Sarri Diberi Waktu 3 Tahun Untuk Membangun Juventus

Isu pemecatan yang menggema belakangan ini tampaknya tidak begitu dihiraukan oleh Maurizio Sarri. Pasalnya, mantan pelatih Chelsea itu sudah percaya dengan perkataan presiden klub, Andrea Agnelli bahwa dia diberikan waktu tiga tahun untuk membangun Juventus.

Tak lama berlalu, Sarri memang sempat diisukan bakal didepak dari kursi manajer Juventus. Sebab pencapaian sang juara bertahan Serie A itu tidak begitu meyakinkan musim ini dibawah komandonya, terutama jika dibandingkan dengan era Massimiliano Allegri.

Serangkaian hasil buruk didapat Si Nyonya Tua, salah satunya kala bertandang ke markas Hellas Verona. Saat itu, Juventus takluk dengan skor akhir 1-2, padahal sempat lebih dulu unggul lewat gol Cristiano Ronaldo.

Tampak sekilas situasi Juventus musim ini terbilang biasa saja. Mereka lolos ke babak 16 besar Liga Champions dengan status juara grup, selain itu juga menduduki puncak klasemen sementara Serie A Italia.

Akan tetapi, sejak kekalahan dari Verona kemarin, tersebar kabar yang mengklaim bahwa Juventus ingin mengganti Sarri dengan Josep Guardiola pada musim panas nanti. Kabar ini lantas dibantah Presiden Klub, Andrea Agnelli.

Sarri sendiri juga ternyata tidak begitu mencemaskan masa depannya di Juventus. Dia mendapat kepercayaan dari Presiden untuk membangun klub sampai tiga tahun ke depan.

“Saya tidak tahu masa depan saya bergantung pada apa, tapi presiden telah berkata kemarin kalau ini adalah proyek tiga tahun. Saya sangat percaya dengan perkataan presiden,” ujar Sarri dikutip dari Football Italia.

Meski demikian, beredar gosip yang mengklaim bahwa masa depan Sarri di Juventus juga akan bergantung pada hasil klub di ajang Liga Champions Eropa. Pasalnya, klub begitu mendambakan gelar di ajang tahunan tersebut.

Mengenai gosip tersebut, begini jawaban mantan pelatih Napoli,

“Ada klub yang secara signifikan memiliki kapabilitas yang lebih dari Juventus. Kami berada di kelompok 10-12 klub yang bisa memimpikan trofi tersebut. Sebuah mimpi tidak bisa dipandang remeh. Kalau anda mengejar mimpi itu dan meraihnya, itu akan menjadi ekstasi, sementara jika anda tidak meraihnya, itu tetap menjadi perjalanan yang indah,” pungkasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *