Eks Juventus ini Ingin Agar Serie A Italia Dihentikan Permanen

Pandemi Virus Corona dianggap benar-benar mengancam kehidupan masyarakat Italia oleh salah seorang mantan pemain Juventus, Angelo Di Livio. Semua pihak harus memandang serius ancaman ini, karenanya dia meminta agar Serie A Italia dihentikan saja.

Sebagai informasi, Italia memang tercatat sebagai negara kedua terparah yang sudah terpapar Virus Corona atau COVID-19 ini. Bahkan, jumlah kasus yang ditemukan hanya kalah dari China, negara tempat dimana Virus tersebut berasal.

Sampai berita ini diturunkan ada lebih dari 80 Ribu kasus Positif Corona yang ditemukan, sementara lebih juga dari 8000 orang telah meninggal dunia karenanya.

Artinya, Italia benar-benar sedang terancam. Virus ini menjadi ancaman yang serius bagi warga di sana, tak heran jika pemerintah benar-benar tegas dalam menerapkan kebijakan lockdown.

Kompetisi sepakbola, termasuk Serie A Italia juga terkena dampak dari wabah ini. Untuk sementara, kompetisi dihentikan sampai bulan Mei 2020 mendatang.

Namun, Angelo Di Livio berharap agar Serie A italia musim ini benar-benar ditiadakan alias tidak dilanjutkan lagi.

Bukan hanya karena wabah Virus Corona yang bisa mengancam siapa saja saat ini, tapi karena penundaan yang membuat jadwal bakal tumpang tindih.

“Waktunya untuk mengakhiri semuanya dan membatalkan musim ini telah tiba. Tak ada gunanya bermain, orang-orang memikirkan segalanya kecuali kompetisi. Tak jelas kapan bisa dilanjutkan, banyak pertandingan akan tumpang tindih dan keseluruhan sistem akan kesulitan, mengingat bahwa tahun depan akan ada Piala Eropa. “

“Saya rasa membatalkan liga dan memulainya lagi pada Juli atau Agustus adalah keputusan yang tepat. Itulah satu-satunya cara untuk menyelamatkan sepak bola Italia,” ujar Di Livio kepada Tuttosport.

Lebih lanjut, eks pemain Juventus tersebut mengakui bahwa wabah Corona seperti sebuah petir besar di siang bolong, membuat semua orang merasa terkejut bahwa ancamannya sangat besar. Dia pun berterima kasih kepada dokter dan tim medis yang berjuang melawan Wabah tersebut.

“Wabah ini seperti petir, kami semua terkejut. Ada ketakutan dan perhatian yang besar. Dokter dan perawat sungguh luar biasa dan pahlawan hebat, mereka tak memiliki waktu untuk beristirahat,” tutur Di Livio.

Juventus Diklaim Siap Lepas Miralem Pjanic

Juara bertahan Serie A Italia, Juventus dipercaya sudah mempersiapkan rencana jual-beli pemain untuk jendela transfer musim panas mendatang. Salah satu rencana mereka adalah menjual gelandang Bosnia-Herzegovina, Miralem Pjanic.

Sebagaimana diketahui, Miralem Pjanic sendiri bergabung dengan Juventus pada bursa transfer musim panas tahun 2016 silam. Yang bersangkutan dibeli dari AS Roma, dengan tujuan awalnya memang untuk menggantikan Paul Pogba yang pindah ke Manchester United di tahun yang sama.

Sejauh ini, performa sang gelandang bisa dikatakan cukup memuaskan. Dia sudah memberikan kontribusi yang bagus bagi Bianconneri di lini tengah. Pjanic berhasil menjadi pengatur permainan yang bagus untuk Juventus, setidaknya dalam empat tahun terakhir ini.

Akan tetapi, La Gazzetta Dello Sport membeberkan bahwa Juventus berpotensi berpisah dengan Pjanic. Mereka berencana menjualnya di musim panas nanti. Laporan itu mengklaim bahwa alasan mengapa Juventus menjual Pjanic karena mereka butuh tambahan dana segar.

Juventus diyakini sedang merencanakan proyek ambisius pada bursa transfer musim panas mendatang. Mereka ingin mendaratkan sejumlah pemain top, termasuk diantaranya Kylian Mbappe dan Paul Pogba. Kedua pemain tersebut faktanya dibandrol dengan harga yang relatif tinggi.

Untuk itu mereka butuh tambahan dana, dan Pjanic dinilai salah satu pemain yang bisa dijual dengan harga mahal di musim panas nanti. Menurut laporan tersebut, pertimbangan Juventus menjual Pjanic karena performa tim mereka mulai stabil.

Dalam kata lain, stabil disini adalah tanpa kehadiran Miralem Pjanic dalam skuat. Pasalnya, pemain Bosnia-Herzegovina itu beberapa kali absen karena cedera pada kampanye musim ini. Sedangkan gelandang lain bisa mengisi kekosongan yang ditinggalkan eks pemain AS Roma.

Itulah mengapa Juve merasa bahwa posisi mereka cukup aman untuk menjual Pjanic di musim panas nanti. Menurut laporan tersebut, Pjanic sudah mendapatkan pembeli potensial. Sang gelandang diberitakan akan direkrut oleh raksasa Prancis, PSG.

Bahkan, dipercaya Les Parisiens sebenarnya sudah menginginkan jasa Pjanic sejak lama, tapi tidak mendapat restu dari Juventus.

Miralem Pjanic, 29 tahun, sejauh ini telah mencatatkan tak kurang dari 167 penampilan dan mencetak 22 gol diantaranya untuk Juventus di semua ajang.

Real Madrid Inginkan Pochettino dan Harry Kane

Bursa transfer musim panas mendatang diyakini akan menjadi ajang bagi Real Madrid untuk mendatangkan dua sosok besar. Mereka adalah pelatih Mauricio Pochettino dan striker Inggris, Harry Kane.

Sebenarnya, sudah sejak lama Los Blancos dikaitkan dengan Harry Kane. Namun, entah karena alasan apa sampai sekarang mereka belum mencoba untuk merekrut sosok berusia 26 tahun tersebut.

Padahal, klub sudah kehilangan sosok mesin gol handal sejak dua tahun lalu. Adalah Cristiano Ronaldo yang meninggalkan Santiago Bernabeu saat itu. Sejak kepergiannya, klub lantas hanya mengandalkan Karim Benzema seorang di lini depan.

Perekrutan sejumlah pemain seperti Luka Jovic hingga Eden Hazard hingga kini masih belum mampu meningkatkan produktivitas gol dari lini serang Los Blancos. Hazard bahkan sudah dua kali menepi panjang karena cedera sejak direkrut dari Chelsea pada musim panas kemarin.

Nah, menyelesaikan masalah tersebut, Real Madrid pun kabarnya berniat menggaet Kane. Kabar ini ini dilansir oleh El Chiringuito.

Di satu sisi, Harry Kane sudah membuktikan ketajamannya bersama Tottenham Hotspur selama bermusim-musim. Sampai saat ini, pemain 26 tahun itu sudah mencetak 181 gol dalam 278 laga di semua ajang.

Selain itu, Kane juga tampil cemerlang bersama dengan Tim Nasional Inggris. Sejauh ini sang pemain sudah mengoleksi 45 caps dengan menyumbang 32 gol.

Artinya, Harry kane bisa dikatakan sebagai sosok striker yang ideal bagi Real Madrid, untuk menemani Karim Benzema musim depan. Apalagi, pemain Prancis tersebut sudah termasuk pemain yang uzur.

Selain Kane, Real Madrid kabarnya juga tengah mendekati eks manajer Kane di Spurs, Mauricio Pochettino yang saat ini tengah menganggur. Pochettino digadang-gadang menggantikan Zinedine Zidane yang hingga kini masih diragukan masa depannya di Santiago Bernabeu menyusul performa tidak konsisten musim ini.

Andai memang pelatih asal Argentina itu ditunjuk menggantikan Zidane musim depan, maka tentu saja dia akan mendapat dukungan dari manajemen klub pada bursa transfer musim panas nanti.

Nah, pochettino dipercaya menginginkan Harry Kane dalam skuatnya musim depan. Namun, sejauh ini berita tersebut hanya sebatas rumor.

Cristiano Ronaldo Ingin Kembali ke Real Madrid

Sebuah klaim kembali muncul terkait dengan mega bintang Portugal, Cristiano Ronaldo. Pemain berusia 35 tahun itu disebut merindukan Real madrid dan akan kembali ke Santiago Bernabeu.

Cristiano Ronaldo memang mantan bomber andalan Real Madrid. Terhitung sejak baru bergabung pada bursa transfer musim panas tahun 2009 silam, sampai meninggalkan Santiago Bernabeu dua tahun lalu.

Selama membela Los Blancos, pemain Portugal benar-benar jadi andalan. Selama sembilan musim, dia mempersembahkan dua trofi la Liga dan 4 titel liga Champions Eropa. Dengan prestasinya tersebut, Ronaldo memenangkan empat Ballon d’Or bersama Madrid.

Kemudian, pada bursa transfer musim panas tahun 2018 lalu, yang bersangkutan memutuskan hengkang. Dia memilih bergabung dengan Juventus dan menyepakati kontrak berdurasi empat tahun.

Musim ini, merupakan musim kedua Ronaldo bersama dengan Bianconneri. Sayangnya, dia belum bisa membawa sang juara bertahan Serie A berbicara banyak di panggung Liga Champions Eropa.

Ronaldo tentu masih berusaha mengantarkan Juventus meraih gelar tersebut, dan di tengah-tengah usahanya, yang bersangkutan dikaitkan dengan sang mantan, Real Madrid.

Sebagaimana klaim Aguirre, Cristiano Ronaldo sangat merindukan Real madrid setelah menyaksikan mantan timnya menang atas Barcelona di Santiago Bernabeu.

“Saya tahu pasti bahwa Cristiano memiliki keinginan untuk kembali ke Real Madrid. Ia merasakan kasih sayang Madrid ketika ia datang ke Bernabeu. Ia bersemangat,” klaim Aguirre kepada Chiringuito TV, seperti dilansir Football Italia.

Saat ini, kontrak Ronaldo di Juventus masih tersisa sampai dua tahun ke depan. Sebelumnya, Agen Ronaldo sempat mengatakan bahwa kliennya sangat mungkin menghabiskan kontrak tersebut kemudian pensiun.

Namun, Aguirre yakin tidak ada yang tak mungkin dalam sepakbola.

“Sekarang ia benar-benar fokus pada Juventus. Tetapi dalam sepak bola, tidak pernah mengatakan tidak pernah. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Tidak ada yang bisa tahu,” pungkas Aguirre.

Sebagai informasi, kehadiran Ronaldo di Santiago Bernabeu kemarin tak lain karena jadwal laga Juventus melawan Inter Milan ditunda lantaran wabah Virus Corona yang sudah mengancam masyarakat Italia.

Real Madrid sendiri menang dengan skor telak 2-0 dalam pertandingan tersebut.