Frank Lampard Akui Chelsea Main Buruk di Babak Pertama

Meski berhasil menang, performa Chelsea dalam pertandingan melawan Leiceser City kemarin mendapat sorotan, terutama di babak pertama. Mendengar komentar tersebut, Pelatih Frank Lampard tidak bisa mengelak.

Chelsea menyambangi King Power Stadium untuk memainkan babak perempat final Piala FA akhir pekan kemarin. Berhadapan dengan tuan rumah Leicester City, The Blues berhasil menang dengan skor 1-0.

Sejak awal, pelatih Frank lampard tampak melakukan rotasi besar dengan menurunkan para pemain muda klub. Tapi, kebijakan sang juru taktik malah membuat Chelsea kesulitan menyuguhkan permainan terbaik mereka di babak pertama.

Alhasil saat jeda pertandingan, Lampard lantas melakukan tiga pergantian pemain. Chelsea memasuki babak kedua dengan tiga pemain senior, antara lain Cesar Azpilicueta, Ross Barkley, dan Mateo Kovacic.

Alhasil, performa The Blues tampak jauh lebih baik dan akhirnya mereka berhasil menang bahkan berkat gol yang dicetak salah satu dari tiga pemain pengganti, Ross Barkley pada babak kedua.

Kendati menang, apa yang dipertontonkan Chelsea sepanjang babak pertama menjadi sorotan. Bahakn, pelatih Frank Lampard juga mengakui timnya tampil buruk di paruh pertama.

“Kami bicara di paruh waktu dan babak pertama bukanlah kami seperti biasanya perihal performa. Intensitas kami kurang. Saya bisa saja membuat pergantian pemain lebih banyak, atau mengganti pemain-pemain lain karena urgensi. Performa kami sangat lesu.”

“Di babak kedua, ada beberapa momen permainan terbaik kami dan saya puas kami bisa lolos. Meski begitu, jika kami memasuki pertandingan lain dengan penampilan seperti ini, jelas kami tidak punya peluang. Kami beruntung hari ini,” ujar Lampard di laman resmi Chelseafc.

Meski demikian, Lampard menegaskan bahwa pergantian pemain bukan hanya soal meraih kemenangan semata, tapi juga menghindari cedera karena jadwal padat yang ada.

“Pemain-pemain yang masuk sebagai pengganti membawa dampak positif, itu sudah terjadi pada beberapa pertandingan terakhir. Jika kami tidak punya jatah pergantian ekstra, saya tidak akan membuat tiga pergantian langsung di paruh waktu,”

“Ini penting untuk mengurangi cedera. Kita semua bisa melihat fakta bahwa kami harus menghadapi dua pertandingan penting salam sepekan,” tutupnya.

Liverpool Beruntung Hanya Bermain Imbang Lawan Everton

Hasil imbang melawan Everton mungkin tampak mengecewakan bagi Liverpool, tapi bagi Jamie Carragher, The Reds cukup beruntung bisa mendapatkan hasil tersebut.

Duel Marseyside antara Everton melawan Liverpool memang tersaji pada Matchdays ke-30 Premier League dinihari WIB tadi (22/06). Pertandingan tersebut sendiri berlangsung di markas The Toffees, Goodison Park Stadium.

Bermain di markas lawan tak lantas membuat Everton diunggulkan menang, pasalnya di atas kertas Liverpool memang tampak lebih baik. Namun sebaliknya, justru pasukan Carlo Ancelotti yang mencatatkan beberapa peluang emas.

Sayang sekali, mereka gagal memaksimalkan sejumlah peluang tersebut. Sedangkan Liverpool tampil mendominasi, tapi lini serang mereka tampak tumpul, sehingga pertandingan berakhir dengan skor kaca mata.

Jelas ini mengecewakan bagi Liverpool yang sejatinya hanya perlu meraih dua kemenangan saja untuk mengunci gelar Premier League musim ini.

Tapi menurut Carragher, justru Liverpool dinaungi keberuntungan karena harusnya Everton yang layak meraih kemenangan karena tampil lebih baik.

“Saya rasa Everton layak mendapatkan kemenangan hari ini,” ujar Carragher kepada Sky Sports.

Secara penguasaan bola, legenda Inggris ini mengakui Liverpool lebih unggul, tapi dari segi peluang, Everton justru lebih berbahaya.

“Anda bisa berargumen bahwa Liverpool menguasai bola, namun mereka yang layak menang adalah mereka yang mampu membuat peluang sepanjang pertandingan.” Tandasnya.

Pada saat yang bersamaan, dia juga tak ragu untuk mengkritik performa Liverpool dalam pertandingan tersebut yang menurutnya tak sesuai ekspektasi.

“Everton membiarkan Liverpool menguasai bola karena mereka tahu mereka tidak bisa menandingi Liverpool dalam permainan seperti itu.”

“Saya rasa sangat mudah bagi Liverpool untuk menguasai bola. Namun ketika mereka mendominasi penguasaan bola, seharusnya mereka bisa berbuat sesuatu dengan itu.” Tutupnya.

Akibat dari hasil imbang tersebut, Liverpool hanya meraih satu poin saja karenanya mereka tertahan untuk segera dinobatkan menjadi juara Premier League musim ini. Sekarang, mereka masih butuh 5 poin lagi untuk memastikan gelar juara.

Berikutnya, pasukan Jurgen Klopp sendiri akan berhadapan dengan Crystal Palace. Pertandingan tersebut sendiri akan berlangsung pada 25 Juni mendatang.

Main Tanpa Suporter di Etihad, Arteta Yakin Arsenal Bisa Menang

Manajer Arsenal, Mikel Arteta menganggap absensi suporter pada pertemuan melawan Manchester City di Etihad akhir pekan besok bakal jadi keuntungan tersendiri bagi pasukannya.

Perlu diketahui, mulai 17 Juni 2020 mendatang, Liga Primer Inggris memang akan digelar lagi. Pertama-tama, ada dua laga yang digelar pada tanggal tersebut. Salah satunya adalah duel super big match antara Manchester City melawan Arsenal.

Namun, sebagaimana fakta bahwa saat ini pandemi Virus Corona masih berlangsung, maka tidak ada suporter yang diperbolehkan menyaksikan laga tersebut secara langsung di tribun Stadion. Mereka ahkan juga dilarang untuk berkerumun memberi dukungan dari luar stadion.

Karena hal tersebutlah Mikel Arteta memiliki keyakinan bahwa performa pasukan Pep Guardiola tidak akan seimbang tanpa dukungan para suporter mereka di tribun Etihad.

“Saya berharap demikian dan kami telah melihat kami memiliki hal yang baik untuk mengukur apa yang terjadi dengan Bundesliga saat ini. Jadi itu akan membantu. Sepak bola adalah gairah dan energi, dan ketika Anda kehilangan itu, keadaanya jadi lebih berimbang, menurut saya,”

“Tapi saya tahu seberapa kuat mereka, saya tahu apa yang dapat mereka lakukan jika mereka semua siap tempur pada hari itu. Jadi kita harus benar-benar siap untuk mencoba dan pergi ke sana dan memenangkan pertandingan,” Kata Arteta dalam acara Football Show Sky Sports.

Namun terlepas dari itu, pertandingan melawan Manchester City akan terasa emosional bagi Arteta karena faktanya yang bersangkutan sebelumnya bekerja sebagai assisten Pep Guardiola.

“Ini akan menjadi aneh, saya tidak dapat menyangkal itu. Saya kenal semua orang di sana, saya menghabiskan empat tahun yang luar biasa dengan para pemain itu,”

“Saya juga sangat bersemangat, saya tidak sabar untuk mulai bersaing lagi dalam cara yang paling kami sukai dan itu adalah bermain sepak bola. Ini akan menjadi sangat istimewa bagi saya, tetapi saya menantikannya,” seru Arteta.

Arsenal sendiri masih mengemban tugas yang berat jelang bergulirnya Premier League. Mereka berada di peringkat ke-9 pada klasemen sementara, terpaut cukup jauh dari empat besar Zona Liga Champions.

Odion Ighalo Memang Pantas Dapat Kontrak Baru

Kendati sudah tidak muda lagi, tapi kontribusi yang dipertontonkan Odion Ighalo semenjak bergabung ke Old Trafford pada musim dingin Januari lalu membuatnya layak mendapat kontrak baru. Demikian menurut bek andalan Manchester United, Luke Shaw.

Kelanjutan kontrak Odion Ighalo di Manchester United memang sempat jadi perbincangan media-media Inggris. Sang bek diberitakan bakal ditarik pulang oleh Shanghai Shenhua, begitu statusnya sebagai pinjaman di Old Trafford berakhir pada 31 Mei kemarin.

Akan tetapi, setelah proses negosiasi yang berjalan cukup alot, pada akhirnya Setan Merah berhasil mencapai kesepakatan dengan klub Tiongkok untuk memperpanjang masa pinjaman tersebut. Striker 31 tahun tersebut resmi bertahan di MU hingga bulan Januari 2021 mendatang.

Kontrak baru yang didapat Ighalo ini membuat bek Luke Shaw mengaku turut senang, dia menganggapnya sebagai kabar gembira.

“Kami mendapatkan sebuah kabar yang bagus pekan ini, yaitu Odion memperpanjang kontraknya,” beber Shaw di situs resmi Manchester United.

Lebih lanjut, mantan pemain Southampton ini menganggap Ighalo telah memberikan kontribusi yang apik sejak merapat ke Manchester United pada Januari lalu.

“Semua pemain kami senang melihatnya memperpanjang kontraknya. Memang situasinya sempat tidak menentu sehingga kami tidak banyak membahas hal tersebut di sesi latihan, namun saat ini kami gembira melihat ia bertahan.”

“Sebelum ia tiba di klub ini, banya orang yang tidak yakin apakah ia bisa berkontribusi untuk klub ini. Namun ia berhasil membuktikan bahwa ia mampu mencetak gol dan mampu menghadirkan gaya yang berbeda untuk lini serang kami.” Tandasnya.

Karena itu, Shaw menganggap bahwa kontrak baru ini sangat layak diberikan kepada pemain Senegal.

“Dia layak mendapatkan kesempatan untuk bertahan di klub ini lebih lama. Ia menghadirkan kebahagiaan dan senyuman bagi klub ini.” Tutupnya.

Memang, Ighalo terus jadi andalan manajer Ole Gunnar Solskjaer di lini depan, terutama saat Marcus Rashford masih menepi karena cedera. Sayangnya, kompetisi Premier League ditunda selama hampir tiga bulan terakhir ini.

Rencananya, liga primer inggris baru digelar lagi pada tanggal 20 Juni 2020 mendatang.