Jadon Sancho? Begini Jawaban Ole Gunnar Solskjaer

Pelatih MU, Ole Gunnar Solskjaer akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi transfer yang belakangan ini terus mengaitkan tim asuhannya dengan winger muda Inggris, Jadon Sancho.

Tanggapan itu diberikan sang pemain lewat sebuah wawancara untuk Viasport bersama presenter, Jan Aage Fjortoft. Ketika membahas tentang rencana transfer musim panas ini, Jan Aage sedikit menyebut nama Jadon Sancho yang sedang bersinar di Dortmund.

Menariknya, pelatih asal Norwegia itu hanya tertawa dan mengaku tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut.

“Ha ha. Saya sebetulnya sangat jago matematika, tapi kali ini, saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu Jan Aage. Ada banyak pemain bagus di banyak tim. Kenapa harus Dortmund?” kata Soslkjaer, dikutip dari Manchester Evening News.

Manchester United belakangan ini kerap kali dikaitkan dengan Jadon Sancho. Borussia Dortmund sendiri diyakini tidak akan menghalangi kepergian mantan jebolan akademi Manchester City tersebut andai memang ada yang bersedia membayarnya 100 juta Poundsterling.

Memang, Jadon Sancho dibanderol dengan harga tinggi mengingat yang bersangkutan tampil gemilang dalam dua musim terakhir. Contohnya musim ini, sang pemain mencatatkan 17 gol dan 17 assist dari total 32 penampilan di ajang Bundesliga Jerman.

Tapi, angka tersebut terbulang tinggi bahkan untuk tim sekelas Manchester United. Pasalnya, saat ini kondisi finansial klub sedang terganggu oleh Pandemi Virus Corona.

Karena alasan tersebutlah pelatih Ole Gunnar Solksjaer mengaku akan berhati-hati dalam mengambil keputusan di bursa transfer mendatang.

“Saya pikir bursa transfer nanti akan menjadi situasi yang lebih tenang dari sebelumnya.”

“Saya pikir banyak klub harus berhati-hati untuk tidak menghabiskan terlalu banyak uang. Anda mungkin masih tidak tahu berapa banyak klub yang telah kehilangan aset secara finansial selama pandemi ini. Padahal itu sudah terjadi belakangan ini,” ucap manajer asal Norwegia itu.

Memang, pandemi Virus Corona ini sempat membuat kompetisi tertunda selama tiga bulan terakhir. Liga baru bergulir sejak pertengahan Juni kemarin, namun tetap saja klub-klub tidak bisa mendapatkan pendapatan dari penjualan tiket penonton.

Pasalnya, masyarakat tidak diizinkan pergi ke Stadion untuk menonton tim kesayangan mereka bermain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *