Legenda Liverpool Tak Yakin Coutinho Akan Gabung Tottenham

Besar peluang Philippe Coutinho akan meninggalkan Barcelona pada musim panas ini. Dimana dia akan melanjutkan karir masih jadi teka-teki, tapi yang jelas legenda Liverpool, John Barnes tak yakin bahwa Tottenham Hotspur adalah salah satu tujuan sang pemain.

Masa depan mantan pemain Liverpool itu memang sedang jadi perbincangan media-media Eropa. Masa peminjamannya di Bayern Munchen akan berakhir pada musim panas ini.

Sedangkan di satu sisi, Barcelona belum bisa memberikan jaminan apakah Coutinho bisa mendapat tempat di skuat utama musim depan jika kembali ke Camp Nou.

Josep Maria Bartomeu selaku presiden Raksasa Catalan pernah mengatakan kalau Philippe Coutinho masih punya peluang untuk bertahan. Tapi itu semua bergantung pada keputusan dan rencana dari pelatih baru, Ronald Koeman.

Andai dia tidak masuk dalam rencana sang manajer, secara otomatis Coutinho harus siap angkat koper dari Camp Nou.

Tetap bertahan di Bayern Munchen opsi yang bagus, tapi raksasa Bundesliga Jerman ini enggan menebusnya secara permanen. Atau dengan kata lain, mereka ingin kembali memperpanjang masa pinjaman Coutinho untuk semusim ke depan.

Artinya, Coutinho harus segera mencari klub baru yang benar-benar menebusnya secara permanen dari Barcelona.

Sejauh ini, playmaker berusia 28 tahun tersebut telah dikaitkan dengan sejumlah klub, termasuk diantaranya beberapa raksasa Premier League seperti Arsenal, Chelsea, dan Tottenham Hotspur.

Tottenham Hotspur adalah tim yang bagus, dibawah arahan Jose Mourinho mereka punya prospek yang cerah. Tapi, legenda Liverpool John Barnes merasa bahwa justru kehadiran pelatih asal Portugal tersebut yang bisa membuat Coutinho berpikir ulang gabung dengan Spurs.

Hal ini dikarenakan filosofi Mourinho yang bertentangan dengan gaya bermain Coutinho.

“Saya tidak yakin Tottenham akan tertarik, sebab saya tak tahu apakah cara bermain Jose Mourinho akan cocok dengannya, sebab dia senang memegang bola dan memiliki penguasaan bola yang besar,” ujar Barnes.

Di sisi lain, Arsenal dianggapnya punya gaya bermain yang cocok dengan sang pemain.

“Sungguh menarik melihat apa yang akan terjadi kepada Philippe Coutinho musim panas ini, ada banyak tim yang ingin merekrut dia. Arsenal bisa menjadi klub terbaik dengan gaya bermain mereka,” lanjutnya.

Kritik Tidak Buat David De Gea Kehilangan Motivasi

De Gea adalah salah satu pemain yang kerap jadi sasaran kritik musim ini. Akan tetapi hal tersebut tak lantas membuat kiper Manchester United merasa kehilangan nyali untuk bermain.

Terbaru, pemain timnas Spanyol itu dimainkan saat United berjumpa Sevilla senin kemarin di babak semifinal Liga europa. Keputusan ini dinilai cukup mengejutkan, mengingat Solskjaer biasanya memberikan kesempatan bagi Sergi Romero di ajang ini.

Pada akhirnya, Setan Merah takluk dengan skor 1-2, dimana kekalahan tersebut memupus mimpu mereka untuk melangkah ke babak final. Dalam laga itu, David de Gea memang tidak tampil buruk, tetapi dia mendapat banyak kritik.

Hal serupa juga terjadi kala sang pemain bermain di babak semifinal Piala FA melawan Chelsea, dimana dia membuat blunder fatal yang berujung gol.

Faktanya, kiper Spanyol sudah beberapa kali melakukan Blunder pada musim ini, sehingga dia sering kali jadi sasaran kritik. Namun hal tersebut tak lantas membuat De Gea kehilangan motivasi.

“Tidak, saya percaya pada diri saya sendiri. Saya menunjukkan kualitas saya selama bertahun-tahun, jadi saya tetap siap bermain jika manajer inginkan. Saya selalu siap bermain dan membantu tim seperti biasa, seperti yang saya lakukan selama ini,” ucap David de Gea dikutip dari PA News Agency.

Lebih lanjut, dia berbicara mengenai performa Manchester United secara keseluruhan musim ini yang menurutnya sudah meningkat dibandingkan musim lalu.

“Saya pikir kami sudah meningkat musim ini. Kami tertinggal 14 poin dari posisi ketiga di Premier League, tetapi pada akhirnya kami mampu finis ketiga,” sambung David de Gea.

Bahkan, menurut kiper Timnas Spanyol tersebut, Manchester United sebenarnya lebih pantas melangkah ke babak final ketimbang Sevilla.

“Kami bermain sangat bagus menurut saya pada banyak pertandingan. Kami pantas berada di final, jujur saja,”

“Tapi mungkin kami butuh sedikit pengalaman, lebih banyak pengalaman di tim, kami harus punya peluang. Mari terus berkembang, mari terus berjuang untuk klub ini dan mari kita coba memenangkan trofi musim depan,” tutup David de Gea.

Zidane Pastikan tetap di Real Madrid Musim Depan

Setelah kegagalan Real Madrid melaju jauh di ajang Liga Champions Eropa musim ini, pelatih Zinedine Zidane menegaskan bahwa dia tidak akan meninggalkan Santiago Bernabeu.

Sebagaimana diketahui, Los Blancos disingkirkan Manchester City dari babak 16 besar. Usai kalah 1-2 pada leg pertama bulan Februari lalu, pasukan Zinedine Zidane kembali menelan kekalahan saat memainkan leg kedua di Etihad, dinihari WIB tadi (08/08).

Dalam laga tersebut, Real Madrid takluk dengan skor yang identik sama 1-2, dengan demikian mereka pun tersisih dengan agregat total 2-4.

Faktanya, ini adalah kegagalan yang menyakitkan bagi Real Madrid karena mereka adalah juara terbanyak di kompetisi tahunan tersebut namun hanya mampu mencapai babak 16 besar.

Alhasil, masa depan Zinedine Zidane di kursi manajer mulai dipertanyakan. Tapi saat berbicara selepas pertandingan di Etihad kemarin, pelatih asal Prancis memastikan bahwa musim depan dia akan tetap menukangi Sergio Ramos dkk.

“Well, saya di sini, saya adalah pelatih Real Madrid hingga sesuatu yang luar biasa terjadi. Saya di sini, tentu saja,”

“Anda tak harus memikirkan semuanya. Saya pelatih Madrid, titik. Tak ada pertanyaan lagi untuk ditanyakan terkait hal ini. Sekarang kami akan beristirahat dan kami akan kembali untuk menjalani musim yang luar biasa,” ujar Zidane seperti dikutip Goal International.

Tersingkir dari Liga Champions Eropa memang mengecewakan, tapi Zidane meminta para pemainnya untuk berbangga diri. Bagaimanapun, tim sudah berjuang keras, dan mereka sebelumnya telah mengamankan gelar La Liga Spanyol juga piala Super Spanyol.

“Kami harus bangga. Saya sangat bangga atas apa yang kami raih. Ketika kami kalah, kami tak bisa bahagia. Para pemain tak senang, pastiny. Namun, apa yang bisa kami banggakan adalah kami menjalani musim yang luar biasa,” tutur Zidane.

Dalam prosesnya menjadi juara La Liga Spanyol, Real Madrid memang kesulitan mencapai puncak pada awalnya. Barcelona lebih lama duduk di singgasana klasemen.

Los Blancos baru berhasil merebut puncak klasemen sejak penundaan kompetisi berakhir. Mereka pun secara konsisten mempertahankan posisi tersebut sampai pekan terakhir.