Maaf Real Madrid, Tapi Sadio Mane Tak Dijual!

Tekad dan Ambisi raksasa La Liga Spanyol, Hasrat Real Madrid untuk mendaratkan Sadio Mane nampaknya bakal kandas. Liverpool diyakini tak punya rencana melelas Winger Senegal tersebut meski berapapun besar tawaran yang diajukan tim lain.

Sadio Mane memang merupakan salah satu sosok penting dalam skuat arahan Jurgen Klopp selama beberapa tahun terakhir ini. Berkat kontribusinya yang besar, Liverpool kini hanya berjarak enam poin saja dari menjadi juara Premier League.

Tak hanya itu, pada kampanye musim kemarin, mantan pemain Southampton itu merupakan salah satu yang berperan besar dalam kesuksesan Tim Marseyside menjadi juara Liga Champions Eropa.

Nah, kegemilangan Mane tersebut lantas membuat sejumlah raksasa Eropa mulai kepincut, terutama Real Madrid. Tim asal Ibukota Spanyol itu dilaporkan ingin menjadikan Mane sebagai rencana jangka panjang mereka, terhitung mulai musim depan.

Sayangnya, sebagaimana dilansir The Athletic, Real Madrid bakal mendapatkan penolakan dari Liverpool. Pasalnya pihak juara bertahan Liga Champions Eropa tersebut sama sekali tak tertarik untuk melepas pemain berusia 27 tahun pada bursa transfer musim panas nanti.

Bahkan, laporan yang sama mengklaim bahwa Jurgen Klopp sudah memerintahkan manajemen Liverpool menolak semua bentuk tawaran untuk Mane, berapapun besaran tawaran yang diajukan.

Klopp menilai Mane adalah sosok yang sangat krusial untuk timnya. Ia juga menilai dengan kontribusinya yang besar, akan sulit menemukan pengganti yang sepadan untuk eks Southampton tersebut.

Karena alasan tersebut, manajer asal Jerman enggan berpisah dengan pemain Senegal, setidaknya selama dia masih menjabat sebagai juru taktik Liverpool.

Di satu sisi, Liverpool juga berada dalam posisi yang terbilang cukup kuat untuk mempertahankan Sadio Mane di Anfield. Pasalnya, Mane masih terikat kontrak tiga tahun lagi bersama klub Premier League tersebut.

Selain itu, Sadio Mane juga sempat berulang kali mengutarakan rasa cintanya terhadap Liverpool dan para fans. Karenanya, The Reds sangat optimis bisa mempertahankan pemain berusia 27 tahun tersebut musim depan.

Namun, Real Madrid diyakini tidak akan menyerah. Bahkan, Los blancos juga diyakini berencana mencomot Mohamed Salah.

Eks Juventus ini Ingin Agar Serie A Italia Dihentikan Permanen

Pandemi Virus Corona dianggap benar-benar mengancam kehidupan masyarakat Italia oleh salah seorang mantan pemain Juventus, Angelo Di Livio. Semua pihak harus memandang serius ancaman ini, karenanya dia meminta agar Serie A Italia dihentikan saja.

Sebagai informasi, Italia memang tercatat sebagai negara kedua terparah yang sudah terpapar Virus Corona atau COVID-19 ini. Bahkan, jumlah kasus yang ditemukan hanya kalah dari China, negara tempat dimana Virus tersebut berasal.

Sampai berita ini diturunkan ada lebih dari 80 Ribu kasus Positif Corona yang ditemukan, sementara lebih juga dari 8000 orang telah meninggal dunia karenanya.

Artinya, Italia benar-benar sedang terancam. Virus ini menjadi ancaman yang serius bagi warga di sana, tak heran jika pemerintah benar-benar tegas dalam menerapkan kebijakan lockdown.

Kompetisi sepakbola, termasuk Serie A Italia juga terkena dampak dari wabah ini. Untuk sementara, kompetisi dihentikan sampai bulan Mei 2020 mendatang.

Namun, Angelo Di Livio berharap agar Serie A italia musim ini benar-benar ditiadakan alias tidak dilanjutkan lagi.

Bukan hanya karena wabah Virus Corona yang bisa mengancam siapa saja saat ini, tapi karena penundaan yang membuat jadwal bakal tumpang tindih.

“Waktunya untuk mengakhiri semuanya dan membatalkan musim ini telah tiba. Tak ada gunanya bermain, orang-orang memikirkan segalanya kecuali kompetisi. Tak jelas kapan bisa dilanjutkan, banyak pertandingan akan tumpang tindih dan keseluruhan sistem akan kesulitan, mengingat bahwa tahun depan akan ada Piala Eropa. “

“Saya rasa membatalkan liga dan memulainya lagi pada Juli atau Agustus adalah keputusan yang tepat. Itulah satu-satunya cara untuk menyelamatkan sepak bola Italia,” ujar Di Livio kepada Tuttosport.

Lebih lanjut, eks pemain Juventus tersebut mengakui bahwa wabah Corona seperti sebuah petir besar di siang bolong, membuat semua orang merasa terkejut bahwa ancamannya sangat besar. Dia pun berterima kasih kepada dokter dan tim medis yang berjuang melawan Wabah tersebut.

“Wabah ini seperti petir, kami semua terkejut. Ada ketakutan dan perhatian yang besar. Dokter dan perawat sungguh luar biasa dan pahlawan hebat, mereka tak memiliki waktu untuk beristirahat,” tutur Di Livio.

Juventus Diklaim Siap Lepas Miralem Pjanic

Juara bertahan Serie A Italia, Juventus dipercaya sudah mempersiapkan rencana jual-beli pemain untuk jendela transfer musim panas mendatang. Salah satu rencana mereka adalah menjual gelandang Bosnia-Herzegovina, Miralem Pjanic.

Sebagaimana diketahui, Miralem Pjanic sendiri bergabung dengan Juventus pada bursa transfer musim panas tahun 2016 silam. Yang bersangkutan dibeli dari AS Roma, dengan tujuan awalnya memang untuk menggantikan Paul Pogba yang pindah ke Manchester United di tahun yang sama.

Sejauh ini, performa sang gelandang bisa dikatakan cukup memuaskan. Dia sudah memberikan kontribusi yang bagus bagi Bianconneri di lini tengah. Pjanic berhasil menjadi pengatur permainan yang bagus untuk Juventus, setidaknya dalam empat tahun terakhir ini.

Akan tetapi, La Gazzetta Dello Sport membeberkan bahwa Juventus berpotensi berpisah dengan Pjanic. Mereka berencana menjualnya di musim panas nanti. Laporan itu mengklaim bahwa alasan mengapa Juventus menjual Pjanic karena mereka butuh tambahan dana segar.

Juventus diyakini sedang merencanakan proyek ambisius pada bursa transfer musim panas mendatang. Mereka ingin mendaratkan sejumlah pemain top, termasuk diantaranya Kylian Mbappe dan Paul Pogba. Kedua pemain tersebut faktanya dibandrol dengan harga yang relatif tinggi.

Untuk itu mereka butuh tambahan dana, dan Pjanic dinilai salah satu pemain yang bisa dijual dengan harga mahal di musim panas nanti. Menurut laporan tersebut, pertimbangan Juventus menjual Pjanic karena performa tim mereka mulai stabil.

Dalam kata lain, stabil disini adalah tanpa kehadiran Miralem Pjanic dalam skuat. Pasalnya, pemain Bosnia-Herzegovina itu beberapa kali absen karena cedera pada kampanye musim ini. Sedangkan gelandang lain bisa mengisi kekosongan yang ditinggalkan eks pemain AS Roma.

Itulah mengapa Juve merasa bahwa posisi mereka cukup aman untuk menjual Pjanic di musim panas nanti. Menurut laporan tersebut, Pjanic sudah mendapatkan pembeli potensial. Sang gelandang diberitakan akan direkrut oleh raksasa Prancis, PSG.

Bahkan, dipercaya Les Parisiens sebenarnya sudah menginginkan jasa Pjanic sejak lama, tapi tidak mendapat restu dari Juventus.

Miralem Pjanic, 29 tahun, sejauh ini telah mencatatkan tak kurang dari 167 penampilan dan mencetak 22 gol diantaranya untuk Juventus di semua ajang.

Real Madrid Inginkan Pochettino dan Harry Kane

Bursa transfer musim panas mendatang diyakini akan menjadi ajang bagi Real Madrid untuk mendatangkan dua sosok besar. Mereka adalah pelatih Mauricio Pochettino dan striker Inggris, Harry Kane.

Sebenarnya, sudah sejak lama Los Blancos dikaitkan dengan Harry Kane. Namun, entah karena alasan apa sampai sekarang mereka belum mencoba untuk merekrut sosok berusia 26 tahun tersebut.

Padahal, klub sudah kehilangan sosok mesin gol handal sejak dua tahun lalu. Adalah Cristiano Ronaldo yang meninggalkan Santiago Bernabeu saat itu. Sejak kepergiannya, klub lantas hanya mengandalkan Karim Benzema seorang di lini depan.

Perekrutan sejumlah pemain seperti Luka Jovic hingga Eden Hazard hingga kini masih belum mampu meningkatkan produktivitas gol dari lini serang Los Blancos. Hazard bahkan sudah dua kali menepi panjang karena cedera sejak direkrut dari Chelsea pada musim panas kemarin.

Nah, menyelesaikan masalah tersebut, Real Madrid pun kabarnya berniat menggaet Kane. Kabar ini ini dilansir oleh El Chiringuito.

Di satu sisi, Harry Kane sudah membuktikan ketajamannya bersama Tottenham Hotspur selama bermusim-musim. Sampai saat ini, pemain 26 tahun itu sudah mencetak 181 gol dalam 278 laga di semua ajang.

Selain itu, Kane juga tampil cemerlang bersama dengan Tim Nasional Inggris. Sejauh ini sang pemain sudah mengoleksi 45 caps dengan menyumbang 32 gol.

Artinya, Harry kane bisa dikatakan sebagai sosok striker yang ideal bagi Real Madrid, untuk menemani Karim Benzema musim depan. Apalagi, pemain Prancis tersebut sudah termasuk pemain yang uzur.

Selain Kane, Real Madrid kabarnya juga tengah mendekati eks manajer Kane di Spurs, Mauricio Pochettino yang saat ini tengah menganggur. Pochettino digadang-gadang menggantikan Zinedine Zidane yang hingga kini masih diragukan masa depannya di Santiago Bernabeu menyusul performa tidak konsisten musim ini.

Andai memang pelatih asal Argentina itu ditunjuk menggantikan Zidane musim depan, maka tentu saja dia akan mendapat dukungan dari manajemen klub pada bursa transfer musim panas nanti.

Nah, pochettino dipercaya menginginkan Harry Kane dalam skuatnya musim depan. Namun, sejauh ini berita tersebut hanya sebatas rumor.

Cristiano Ronaldo Ingin Kembali ke Real Madrid

Sebuah klaim kembali muncul terkait dengan mega bintang Portugal, Cristiano Ronaldo. Pemain berusia 35 tahun itu disebut merindukan Real madrid dan akan kembali ke Santiago Bernabeu.

Cristiano Ronaldo memang mantan bomber andalan Real Madrid. Terhitung sejak baru bergabung pada bursa transfer musim panas tahun 2009 silam, sampai meninggalkan Santiago Bernabeu dua tahun lalu.

Selama membela Los Blancos, pemain Portugal benar-benar jadi andalan. Selama sembilan musim, dia mempersembahkan dua trofi la Liga dan 4 titel liga Champions Eropa. Dengan prestasinya tersebut, Ronaldo memenangkan empat Ballon d’Or bersama Madrid.

Kemudian, pada bursa transfer musim panas tahun 2018 lalu, yang bersangkutan memutuskan hengkang. Dia memilih bergabung dengan Juventus dan menyepakati kontrak berdurasi empat tahun.

Musim ini, merupakan musim kedua Ronaldo bersama dengan Bianconneri. Sayangnya, dia belum bisa membawa sang juara bertahan Serie A berbicara banyak di panggung Liga Champions Eropa.

Ronaldo tentu masih berusaha mengantarkan Juventus meraih gelar tersebut, dan di tengah-tengah usahanya, yang bersangkutan dikaitkan dengan sang mantan, Real Madrid.

Sebagaimana klaim Aguirre, Cristiano Ronaldo sangat merindukan Real madrid setelah menyaksikan mantan timnya menang atas Barcelona di Santiago Bernabeu.

“Saya tahu pasti bahwa Cristiano memiliki keinginan untuk kembali ke Real Madrid. Ia merasakan kasih sayang Madrid ketika ia datang ke Bernabeu. Ia bersemangat,” klaim Aguirre kepada Chiringuito TV, seperti dilansir Football Italia.

Saat ini, kontrak Ronaldo di Juventus masih tersisa sampai dua tahun ke depan. Sebelumnya, Agen Ronaldo sempat mengatakan bahwa kliennya sangat mungkin menghabiskan kontrak tersebut kemudian pensiun.

Namun, Aguirre yakin tidak ada yang tak mungkin dalam sepakbola.

“Sekarang ia benar-benar fokus pada Juventus. Tetapi dalam sepak bola, tidak pernah mengatakan tidak pernah. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Tidak ada yang bisa tahu,” pungkas Aguirre.

Sebagai informasi, kehadiran Ronaldo di Santiago Bernabeu kemarin tak lain karena jadwal laga Juventus melawan Inter Milan ditunda lantaran wabah Virus Corona yang sudah mengancam masyarakat Italia.

Real Madrid sendiri menang dengan skor telak 2-0 dalam pertandingan tersebut.

Sarri Diberi Waktu 3 Tahun Untuk Membangun Juventus

Isu pemecatan yang menggema belakangan ini tampaknya tidak begitu dihiraukan oleh Maurizio Sarri. Pasalnya, mantan pelatih Chelsea itu sudah percaya dengan perkataan presiden klub, Andrea Agnelli bahwa dia diberikan waktu tiga tahun untuk membangun Juventus.

Tak lama berlalu, Sarri memang sempat diisukan bakal didepak dari kursi manajer Juventus. Sebab pencapaian sang juara bertahan Serie A itu tidak begitu meyakinkan musim ini dibawah komandonya, terutama jika dibandingkan dengan era Massimiliano Allegri.

Serangkaian hasil buruk didapat Si Nyonya Tua, salah satunya kala bertandang ke markas Hellas Verona. Saat itu, Juventus takluk dengan skor akhir 1-2, padahal sempat lebih dulu unggul lewat gol Cristiano Ronaldo.

Tampak sekilas situasi Juventus musim ini terbilang biasa saja. Mereka lolos ke babak 16 besar Liga Champions dengan status juara grup, selain itu juga menduduki puncak klasemen sementara Serie A Italia.

Akan tetapi, sejak kekalahan dari Verona kemarin, tersebar kabar yang mengklaim bahwa Juventus ingin mengganti Sarri dengan Josep Guardiola pada musim panas nanti. Kabar ini lantas dibantah Presiden Klub, Andrea Agnelli.

Sarri sendiri juga ternyata tidak begitu mencemaskan masa depannya di Juventus. Dia mendapat kepercayaan dari Presiden untuk membangun klub sampai tiga tahun ke depan.

“Saya tidak tahu masa depan saya bergantung pada apa, tapi presiden telah berkata kemarin kalau ini adalah proyek tiga tahun. Saya sangat percaya dengan perkataan presiden,” ujar Sarri dikutip dari Football Italia.

Meski demikian, beredar gosip yang mengklaim bahwa masa depan Sarri di Juventus juga akan bergantung pada hasil klub di ajang Liga Champions Eropa. Pasalnya, klub begitu mendambakan gelar di ajang tahunan tersebut.

Mengenai gosip tersebut, begini jawaban mantan pelatih Napoli,

“Ada klub yang secara signifikan memiliki kapabilitas yang lebih dari Juventus. Kami berada di kelompok 10-12 klub yang bisa memimpikan trofi tersebut. Sebuah mimpi tidak bisa dipandang remeh. Kalau anda mengejar mimpi itu dan meraihnya, itu akan menjadi ekstasi, sementara jika anda tidak meraihnya, itu tetap menjadi perjalanan yang indah,” pungkasnya

Konflik Dengan Messi, Abidal Akhirnya Mengaku Salah

Perseteruan antara Messi dan Abidal sempat memunculkan spekulasi di kubu Internal Barcelona selama beberapa pekan terakhir. Sempat bungkam, akhirnya sang direktur olahraga angkat bicara, dia mengaku salah dalam kasus ini.

Beberapa waktu lalu, Barcelona memang sempat dilanda beberapa masalah, mulai dari cederanya Luis Suarez dan Ousmane Dembele, sampai konflik antara Lionel Messi dan Eric Abidal. Messi tak terima dengan komentar direktur olahraga Barcelona tersebut terkait pemecatan Ernesto Valverde.

Secara terang-terangan, Kapten Barcelona menyerang balik Abidal yang menuding para pemain sebagai dalang dibalik pemecatan Ernesto Valverde awal Januari lalu. Konflik inipun memunculkan spekulasi bahwa ruang ganti Barcelona sedang memanas, bahkan Messi diklaim berencana hengkang.

“Sudah terlalu banyak yang dikatakan tentang ruang ganti in, terlebih soal saya, bahwa saya punya kekuatan besar dan bisa membuat keputusan. Saya tidak bisa membiarkan direktur teknik menyerang saya,” tutur Messi beberapa waktu lalu.

Messi sendiri bukan sosok yang suka menanggapi tudingan seperti ini, baru kali ini dia secara jelas membalas komentar Abidal. La Pulga dianggap sudah benar-benar kesal dengan tudingan dari sang legenda klub.

Setelah sempat bungkam, akhirnya Eric Abidal angkat bicara mengenai hal tersebut. Dia mengaku salah, karena harusnya permasalahan Internal seperti itu tidak dibawa ke hadapan Media.

“Saya sudah belajar banyak hal dalam beberapa hari terakhir dan permasalahan internal seharusnya diselesaikan secara internal, bukan di media,” kata Abidal kepada Sport.

Selanjutnya, Abidal berbicara mengenai beberapa pemain Barcelona yang meninggalkan Camp Nou pada musim dingin kemarin. Sebut saja Carles Alena, Carles Perez, Jean-Clair Todibo, dan Moussa Wague, mereka semua adalah pemain muda berbakat.

Abidal mengakui bahwa kehilangan para pemain tersebut adalah bencana, tapi ada beberapa situasi yang memang tidak bisa dikontrol oleh klub.

“Anda harus bisa membuat keputusan. Anda bisa bicara soal skuad minim tetapi kami sebenarnya tidak beruntung karena cedera. Jika Dembele tidak cedera parah, kasus ini tidak akan ada. Dengan pemain seperti Alena, situasi-situasi itu tidak bisa kami kontrol. Dia punya opsi pergi dan Anda tidak bisa melawannya,” tutupnya.

Para Pemain Sudah Kembali dari Cedera, Solskjaer Optimis

Juru Taktik Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer tampak optimis dengan skuatnya di paruh kedua musim ini setelah beberapa pemain sudah kembali dari cedera. Para pemain tersebut termasuk diantaranya Scott McTominay dan Paul Pogba.

Sebagaimana diketahui, Setan Merah memang dipersulit dengan cederanya beberapa pemain andalan mereka musim ini. Pemain-pemain kunci mereka satu per satu tumbang karena mengalami cedera.

Akan tetapi, belakangan beberapa nama sudah kembali pulih dan siap comeback, diantaranya Axel Tuanzebe dan Scott McTominay yang sudah mengikuti sesi pemusatan latihan di Spanyol. Sedangkan Paul Pogba akan segera menyusul dalam waktu dekat.

Terkait fakta tersebut, pelatih Ole Gunnar Solskjaer tampak senang, dia menilai para pemain yang sudah kembali dari cedera tersebut akan sangat berguna.

“Ya, kehadiran mereka akan sangat berguna karena musim ini masih sangat panjang,” kata Solskjaer kepada MUTV.

Lebih lanjut, menurut Solskjaer para pemain tersebut akan sangat berguna bagi Manchester united. Dia yakin mereka bisa membantu klub dalam meraih target, terutama seiring dengan kompetisi liga Europa yang akan segera digulirkan.

“Sepanjang musim ini kami sering sekali dihantam badai cedera, sehingga kami sering kekurangan pemain. Namun ketika semua pemain kami kembali, persaingan untuk posisi starter menjadi lebih ketat. Semoga saja kami bermain dua kali seminggu, karena kami ingin terus lolos di Liga Europa dan FA Cup. Tentu Liga juga masih penting bagi kami, sehingga kami perlu merotasi pemain.” Tandasnya.

Sebenarnya, bukan hanya cedera yang menjadi masalah Manchester united musim ini, tapi juga lini depan yang tampak tidak bisa bersaing. Kehilangan Romelu Lukaku dan Alexis sanchez seperti membawa dampak negatif bagi Setan Merah.

Tapi pada musim dingin kemarin, mereka sudah merekrut Odion Ighalo. Belum lagi tambahan lini tengah dengan kedatangan Bruno Fernandez.

Akankah Setan Merah bakal bangkit dan bisa finish di empat besar klasemen akhir musim nanti ? patut dinantikan. Yang jelas, mereka akan mengunjungi Stamford Bridge untuk menghadapi Chelsea di tanggal 18 Februari mendatang.

Laga itu bisa dimanfaatkan United untuk memangkas jarak dengan empat besar klasemen sementara.

Abaikan Piala Liga dan Piala FA, Klopp Disindir Guardiola

Sebuah sindiran yang cukup pedas dilayangkan pelatih Manchester City, Pep Guardiola terhadap juru taktik Liverpool, Jurgen Klopp. Sindiran bernada kritik tersebut berkaitan dengan keputusan manajer asal Jerman untuk mengabaikan dua kompetisi domestik, Piala Liga dan Piala FA.

Jurgen Klopp memang telah memastikan bahwa dia tidak akan ambil bagian di ajang Piala FA, sebagaimana Liverpool akan melakoni laga ulangan melawan Shrewsburry setelah laga pertama berakhir imbang 2-2.

Klopp menyatakan bahwa Liverpool akan menurunkan skuat U-23 untuk tampil pada pertandingan tersebut, dengan maksud mengistirahatkan para pemain utamanya. Bahkan, Klopp juga mengaku tidak akan ikut mendampingi skuat The Reds yang bermain melawan klub divisi dua tersebut.

Sebenarnya, keputusan yang ambil klopp ini adalah sikap protesnya terhadap jadwal kompetisi di Inggris yang begitu padat. Bahkan, sebelumnya mantan pelatih Borussia Dortmund itu juga melakukan hal serupa dalam ajang Piala Liga. Dia tidak ikut serta mendampingi Liverpool dan menurunkan skuat muda, lantaran bermain di ajang Piala Dunia antar klub.

Jelas sikapnya ini tidak dapat diterima semua pihak. Banyak yang kemudian melayangkan kritik terhadap juru taktik asal Jerman. Salah satunya pelatih Manchester City, Pep Guardiola. Pelatih Spanyol itu menyindir sikap Jurgen Klopp.

Dia juga menegaskan bahwa Manchester City tidak akan melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan Liverpool saat ini.

“Anda jangan coba untuk membungkam ajang sederhana ini, jika anda tak mampu melakukan tiga kali berturut-turut dengan laga besar di Premier League dan Liga Champions serta semua orang ada di sana. Saat anda sering juara, mereka berkata bahwa kompetisi ini tidak penting, tapi bagi saya ini tidak terjadi. Tidak peduli, kami akan mencoba untuk memenangkannya,”

“Bisa berkunjung ke Wembley dengan tim yang memiliki sisi historis seperti Villa, kami merasa senang bisa berada di sana,” tuturnya dikutip dari Goal International.

Liverpool sendiri masih berada di puncak klasemen sementara Liga Primer Inggris saat ini. Mereka belum tersentuh kekalahan di 23 pertandingan yang telah berlangsung, dan unggul 16 poin atas rival terdekat, Manchester City.

Didominasi Pemain Liverpool, Ini Tim Terbaik UEFA 2019

UEFA selaku Asosiasi Sepakbola tertinggi di Eropa akhirnya merilis daftar nama pemain yang berhasil masuk dalam jajaran skuat terbaik Eropa untuk edisi tahun 2019. Daftar tersebut pun didominasi oleh nama pemain Liverpool yang musim kemarin berhasil keluar sebagai juara Liga Champions Eropa, Piala Super Eopa dan Piala dunia antarklub.

Adapun, pemilihan tim terbaik Eropa ini ditentukan melalui sistem pemungutan suara. Mereka yang berhak memberikan suaranya adalah para fans yang ada di seluruh dunia. Voting itu dilangsungkan selama satu bulan lebih. Kemudian, pada Rabu (16/01), UEFA mengumumkan 11 nama pemain yang masuk jajaran tim terbaik.

Dalam daftar tersebut, seperti yang kami katakan didominasi pemain Liverpool. Total ada lima pemain Liverpool yang menjadi bagian dari tim terbaik Eropa tahun 2019, termasuk diantarany Sadio Mane dan Virgil Van Dijk. Pemenang Ballon d’Or, Lionel Messi juga masuk dalam daftar ini, juga dengan rival abadinya, Cristiano Ronaldo.

Adapun, Berikut daftar lengkap para pemain yang masuk dalam skuat UEFA Fans’ Team of the Year 2019:

Alisson (Liverpool FC & Brasil)
Trent Alexander-Arnold (Liverpool FC & Inggris)
Virgil van Dijk (Liverpool FC & Belanda)
Matthijs de Ligt (AFC Ajax/Juventus & Belanda)
Andy Robertson (Liverpool FC & Skotlandia)
Kevin De Bruyne (Manchester City FC & Belgia)
Frenkie de Jong (AFC Ajax/FC Barcelona & Belanda)
Lionel Messi (FC Barcelona & Argentina)
Robert Lewandowski (FC Bayern Munchen & Polandia)
Cristiano Ronaldo (Juventus & Portugal)
Sadio Mane (Liverpool FC & Senegal)

Ada beberapa fakta menarik tentang hasil voting, Tim terbaik dini. Bagi Cristiano Ronaldo misalnya, di mana ia kini total sudah 14 kali terpilih masuk dalam daftar ini. Kemudian ada yang baru pertama kali seperti Alexander-Arnold, De Ligt, Frenkie De Jong dan Robert Lewandowski. Matthijs De Ligt juga menjadi pemain termuda dalam daftar ini.

Sedangkan Lionel Messi baru 11 kali masuk dalam daftar ini, masih kalah dari rival abadinya Cristiano Ronaldo. Namun tentu saja masih ada waktu beberapa tahun lagi bagi Messi untuk menyamai atau melampaui rekor mega bintang Portugal tersebut.