Sterling Tolak Rencana Pengguliran Kembali Premier League

Wacana untuk menggulirkan kembali Liga Primer Inggris musim ini mulai terdengar di sejumlah media Eropa. Akan tetapi, tak sedikit pemain yang menolak wacana tersebut, termasuk salah satunya bintang muda Manchester City, Raheem Sterling.

Sebelum ini, Pandemi Corona memang membuat Pemerintah Inggris melarang kompetisi sepakbola digelar, setidaknya hingga awal Juni 2020 mendatang. Namun penyelenggara Premier League masih belum menyerah, mereka diyakini berencana menggelar 9 laga tersisa mulai 12 Juni nanti.

Tentu saja, pihak otoritas akan mempersiapkan protokol kesehatan yang ketat jika kompetisi bergulir lagi, dan tanpa kehadiran penonton. Namun, tak semua pemain lantas sepakat dengan wacana ini.

Nah, Raheem Sterling adalah salah satu pemain yang tak setuju. Menurutnya, pentas Premier League tidak seharusnya digelar sampai adanya penurunan jumlah kasus Corona baru di Britania Raya.

“Saat kami kembali, itu harus menjadi momen di mana sepak bola bukan satu-satunya alasan, tetapi keamanan untuk kami pesepakbola dan juga seluruh staf medis dan wasit,”

“Saya tidak tahu bagaimana ini akan berhasil, tapi saya merasa begitu sisi keamanan orang-orang dan keselamatan serta kesejahteraan para pemain terjaga, maka itulah waktu yang tepat untuk kembali,” ujar Sterling dalam kanal Youtube miliknya.

Sebelumnya, Striker Manchester City, Sergio Aguero memang sempat menyuarakan pendapat yang senada dengan Sterling. Bahkan, eks Atletico Madrid ini mengklaim bahwa para pemain Premier League takut bermain lagi karena mereka punya banyak keluarga di Rumah.

“Mayoritas pemain takut karena mereka punya keluarga; mereka punya anak, bayi, orang tua,” ujarnya beberapa waktu lalu kepada El Chiringuito.

Wacana pengguliran Premier League ini disebutkan terinspirasi dari Bundesliga Jerman. Sebagaimana yang diketahui, kompetisi sepak bola papan atas Jerman itu memang dipastikan bakal bergulir lagi mulai tanggal 16 Mei 2020 mendatang.

Padahal, Bundesliga Jerman sendiri sudah menemukan adanya kasus positif covid-19 sebanyak 10 orang dari kalangan para pemain Bundesliga dan Bundesliga 2.

Perlu diketahui bahwa angka kasus dan kematian akibat virus Corona di Inggris masih dalam tahap yang mengkhawatirkan. Ada total 233 Ribu Kasus Covid-19 di sana dengan angka kematian mencapai 32 Ribu orang.

Ferguson Sempat Ingin Duetkan Ronaldo dengan Bale

Sir Alex Ferguson, pelatih legendaris Manchester United ini memang telah pensiun dari karirnya sebagai juru taktik. Akan tetapi, dua pekan sebelum memutuskan pensiun, sang manajer sempat berencana untuk memulangkan Cristiano Ronaldo ke Old Trafford.

Hal tersebut diungkapkan oleh Patrice Evra, mantan bek andalan manchester United di Era Sir Alex. Sang manajer bercerita kepada pemain Prancis ini bahwa dia akan tetap bertahan di Old Trafford sampai 10 tahun ke depan.

Bahkan, Pria asal Skotlandia sudah memiliki target besar, memenangkan gelar Liga Champions Eropa ketiga untuk Setan Merah. Caranya, adalah dengan memulangkan Cristiano Ronaldo, lalu menduetkannya dengan Gareth Bale.

“Saat itu ia bilang ‘Patrice, saya tak akan pernah pensiun. Saya akan di sini 10 tahun lagi’. Dia kemudian bilang ‘Target saya adalah saya 99 persen yakin akan memiliki Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale. “

“Saya hanya butuh dua pemain itu untuk memenangi Liga Champions lagi, 99 persen’,” kenang patrice Evra di Podcast Manchester United

Sayangnya, seperti diketahui rencana besar itu gagal, dan Ferguson kemudian mengumumkan keputusannya pensiun sebagai pelatih dua pekan setelah perkataannya kepada Evra.

Namun, bukan berarti apa yang dikatakan Fergie tidak benar, Evra sendiri langsung menanyakan hal ini kepada Cristiano Ronaldo. Mega bintang Portugal membenarkannya dan mengaku sudah memberikan jawaban positif bahwa dia akan pulang ke MU.

Sayangnya, Ronaldo membatalkan rencana tersebut karena Real Madrid mendepak Jose Mourinho dari kursi pelatih, tepat di tahun 2013. Di saat yang bersamaan, Los Blancos juga membeli Gareth Bale dari Tottenham Hotspur.

“Sejujurnya, ketika saya berbicara dengan Cristiano, saya bertanya kepadanya dan dia bilang ya kepada Bos, dan akan gabung United. Dia bilang begitu,” urai Evra.

Entah, apakah keputusan Cristiano Ronaldo bertahan di Real Madrid adalah penyeban Sir Alex Ferguson memutuskan pensiun atau tidak.

Yang jelas, kepergian sang manajer legendaris telah meninggalkan lubang besar bagi Manchester United. Sejak itu, Red Devils belum pernah lagi mencicipi gelar Premier League maupun Liga Champions Eropa.

Sergio Ramos Sudah Tak Sabar Bermain Lagi

Kapten Real Madrid, Sergio Ramos tampak begitu optimis dengan kelanjutan kampanye musim ini. Bek Spanyol ini bertekad mempersembahkan gelar demi gelar juara kepada Los Blancos jika sepakbola kembali berlanjut.

Hampir semua kompetisi sepakbola di berbagai belahan dunia ditangguhkan, bahkan ada yang dihentikan karena pandemi Virus COVID-19 ini. Tak terkecuali juga dengan kompetisi La Liga Spanyol yang terhenti sejak pertengahan bulan Maret lalu.

Wajar saja, mengingat Spanyol sendiri dikenal sebagai salah satu negara Eropa yang merasakan dampak Virus ini paling parah. Mengingat kondisinya belum juga membaik, tidak diketahui kapan kompetisi La Liga akan digulirkan lagi.

Meski demikian, belakangan terdengar kabar bahwa sejumlah klub berencana akan menggelar sesi latihan lagi. Bahkan ada laporan yang mengklaim kompetisi bisa diputar lagi per bulan Juni.

Entah benar atau tidak kabar tersebut, tapi yang jelas Sergio Ramos sudah tampak gatal ingin beraksi lagi di atas lapangan. Penangguhan ini membuat sang kapten Real Madrid semakin haus akan gelar juara, namun dia sadar bahwa saat ini yang terpenting adalah keselamatan semua orang.

“Kesehatan setiap orang tidak akan berada dalam risiko. Saya menantikan untuk bermain lagi, kembali untuk bersaing, bermain di La Liga dan Liga Champions,”

“Saya lapar untuk mengakhiri musim dengan gelar, tetapi pertama-tama kita harus menunggu orang-orang yang mengetahui semua ini untuk membuat keputusan yang tepat,” katanya, via AS, saat menjadi tuan rumah Ramos UNICEF Day.

Perlu diketahui, total ada lebih dari 232 ribu kasus corona yang telah ditemukan di Spanyol sampai berita ini diturunkan. Jumlah korban yang meninggal juga sangat banyak, bahkan mencapai 23 ribu jiwa.

Dalam wawancara tersebut, Ramos pun memberikan saran kepada para penggemarnya, fans Real Madrid dan semua warga Spanyol secara khusus untuk mentaati himbauan pemerintah.

“Kami tidak dapat berpikir bahwa semuanya telah tercapai, keseriusan masalah ini masih ada pada kami. Kami harus mematuhi pedoman untuk mengakhiri virus ini dan memberi para ilmuwan waktu untuk menemukan vaksin,” serunya.

Sebelum la Liga ditangguhkan, Real madrid menduduki posisi ke-2 pada klasemen sementara, tertinggal 2 poin dari Barcelona.

Marcus Rashford Akui Belajar Banyak dari Ibrahimovic

Menjadi penyerang muda yang terus berkembang setiap musimnya membuat Rashford terus mendapat sanjungan. Yang bersangkutan sendiri mengaku belajar banyak dari beberapa pemain, termasuk Zlatan Ibrahimovic.

Marcus Rashofrd memang merupakan salah satu pemain hasil didikan akademi Manchester United yang sudah mendapati debutnya bersama tim utama di tahun 2015 silam. Sedangkan Ibrahimovic sendiri bergabung dengan Setan Merah di tahun 2016.

Keduanya sama-sama mencatatkan performa impressif sejak tahun debut. Termasuk Ibrahimovic sendiri, Striker asal Swedia itu langsung memberikan dampak yang besar di musim perdananya di Old Trafford.

Dia mencetak sejumlah gol untuk Setan Merah, membantu klub memenangkan gelar juara Piala Liga, Liga Europa dan FA Communitu Shield.

Sedangkan Marcus Rashford tampak terus berkembang dari segi performa selama bertahun-tahun terakhir. Sang pemainpun mengakui bahwa dia banyak belajar dari sosok Ibrahimovic, pemain dengan mentalitas yang sangat bagus.

“Mentalitas yang miliki jauh lebih hebat dari pemain-pemain manapun yang pernah menjadi rekan setim saya,” ujar Rashford kepada UTD Podcast.

Mentalitas adalah hal yang dikagumi Rashford dari sosok Ibrahimovic. Mantan bintang Barcelona tersebut tak pernah peduli dengan apa yang orang lain katakan atau pikirkan tentang dirinya.

“Dia tidak pernah peduli dengan apa yang orang lain katakan mengenai dirinya. Ia juga tidak peduli dengan apa yang orang lain pikirkan mengenai dirinya.”

Jadi, penyerang timnas Inggris ini menganggap Ibra sebagai salah satu sosok kunci dalam perkembangan performanya selama ini.

“Berkat mentalitas yang ia miliki, ia menjadi kunci perkembangan saya sejauh ini terutama ketika Jose berada di klub ini.”

“Dia adalah pemain yang pernah bermain bermain untuk Jose sebelumnya dan ia tahu betul apa yang dibutuhkan untuk bisa bertahan hidup di bawah kepemimpinannya.” ujarnya.

Ibrahimovic sendiri pada akhirnya meninggalkan Manchester United saat kontraknya berakhir di tahun 2018 lalu. Dia sempat bermain untuk klub Amerika Serikat, La Galaxy selama dua tahun kemudian bergabung dengan mantan klubnya, Inter Milan.

Sedangkan Marcus Rashford masih di Manchester United, kini dia jadi andalan Setan Merah di lini depan.

Terungkap! Liverpool Sempat Coba Datangkan Rodrygo Goes

Rodrygo Goes saat ini mungkin sudah menjadi pemain Real Madrid, tapi di masa lalu bintang muda Brazil tersebut sempat jadi sasaran Liverpool. Bahkan, Jurgen Klopp sendiri turun tangan untuk mendapatkan servisnya. Hal tersebut diungkapkan oleh Nick Arcury, Agen Sang pemain.

Sebagaimana diketahui, Rodrygo Goes bergabung dengan Real Madrid pada bursa transfer musim panas tahun 2018. Saat itu, Los Blancos mengeluarkan kocek sebesar 45 juta Euro untuk merekrut bintang muda Brazil tersebut dari Santos.

Rodrygo sendiri baru bergabung dengan El Real di tahun 2019 saat ia sudah memasuki usia yang dipersyaratkan. Sejauh ini sang pemuda menunjukkan performa yang cukup menawan di lini serang Real Madrid.

Akan tetapi, Agen transfer sang pemain Nick Arcury mengungkapkan bahwa sebenarnya kliennya sudah diminati Liverpool jauh sebelum Real Madrid melayangkan tawaran. Bahkan, pelatih Jurgen Klopp sendiri yang terbang ke Brazil untuk mengajukan tawaran resmi.

“Ketika Rodrygo menandatangani kontrak profesional pertamanya dengan Santos di usia 16 tahun, Direktur Liverpool menelpon saya dan mengatakan bahwa Klopp sudah mengetahui anak ini,” ujar Arcuri yang dikutip Goal International.

Lebih lanjut, dijelaskan Arcury bahwa manajer asal Jerman tersebut melihat talenta yang dimiliki Rodrygo Goes lewat Youtube.

“Dia mencari ‘talenta dari Brasil’ di Youtube, dan Rodrygo muncul di hasil pencariannya. Pada saat itu Rodrygo masih sangat muda. Dia kemudian datang ke Brasil; untuk melihat Rodrygo secara langsung dan ia sangat menyukai Rodrygo pada saat itu.” Tandasnya.

Sayang, pada akhirnya tawaran tersebut ditolak oleh pihak Santos, mengingat sang pemain masih sangat muda.

Dia akhirnya bertahan di Santos dan baru meninggalkan klub di Bursa transfer musim panas tahun 2018 kemarin untuk merapat ke Real madrid. Musim ini Rodrygo membuat kontribusi yang apik bersama klub La Liga Spanyol tersebut.

Ia membuat tujuh gol dan dua assit dari 17 penampilan di semua ajang sejauh ini. Sayangnya, aksi-aksi ciamik sang bintang muda harus terhenti karena pandemi Virus Corona yang membuat kompetisi terhenti sementara waktu.

Manchester United Diprediksi Bakal Perkasa di Bursa Transfer

Seorang pakar keuangan sepakbola, Kieran Maguire memiliki keyakinan bahwa Manchester United akan ‘menggila’ pada jendela transfer mendatang.

Sebenarnya, kompetisi-kompetisi sepakbola di Eropa, tak terkecuali Liga Primer Inggris sedang ditangguhkan. Terhitung sejak pertengahan bulan Maret 2020 kemarin sampai sekarang. Kebijakan tersebut tak lepas dari pandemi Virus Corona yang kian mengkhawatirkan.

Menyusul ketidakjelasan kapan kompetisi akan bergulir lagi, banyak pihak yang memprediksi bahwa situasi ini akan ‘mengacaukan’ jadwal jendela transfer musim panas nanti. Selain itu, klub-klub di Eropa diyakini tidak punya banyak uang untuk belanja pemain.

Pasalnya, tidak ada pertandingan dan tidak ada aktivitas klub, berarti pemasukan mereka berkurang drastis. Bahkan ada yang sampai menerapkan kebijakan pemotongan gaji agar klub tidak mengalami kebangkrutan.

Akan tetapi, menurut Maguire, ada beberapa tim yang memiliki kekuatan finansial kuat yang masih bisa bertahan.

“Di situasi yang sulit ini, tim yang memiliki uang berada dalam kondisi yang kuat,” buka Maguire kepada Goal International.

Termasuk salah satu tim yang dia maksud adalah Manchester united. Diapun meyakini bahwa Setan Merah bisa ‘menggila’ pada edisi bursa transfer musim panas mendatang.

“Tim-tim yang memiliki neraca keuangan yang bagus akan diuntungkan, dan United adalah tim yang memiliki hal tersebut.”

“Dengan uang mereka, mereka bisa mendapatkan pemain yang mereka inginkan. Saya rasa baik United maupun City akan diuntungkan di bursa transfer musim panas nanti, jika memang bursa transfer itu benar-benar diadakan.” Tandasnya.

Selain pakar transfer sepakbola, pelatih Ole Gunnar Solskjaer juga memiliki keyakinan yang sama. Menurutnya, Manchester United masih memiliki kondisi finansial yang sangat sehat sehingga tetap mampu membeli pemain-pemain bagus pada edisi bursa transfer mendatang.

Akan tetapi, sebenarnya tidak ada jaminan juga mengingat pandemi ini masih berlangsung dan belum ada solusi atau vaksin yang ditemukan. Yang bisa dilakukan setiap negara terdampak saat ini adalah menghimbau masyarakatnya untuk tetap berdiam diri di rumah demi menekan angka penyebaran.

Para pemain juga mendapat himbauan serupa, termasuk para pemain Manchester united yang menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing.

Maaf Real Madrid, Tapi Sadio Mane Tak Dijual!

Tekad dan Ambisi raksasa La Liga Spanyol, Hasrat Real Madrid untuk mendaratkan Sadio Mane nampaknya bakal kandas. Liverpool diyakini tak punya rencana melelas Winger Senegal tersebut meski berapapun besar tawaran yang diajukan tim lain.

Sadio Mane memang merupakan salah satu sosok penting dalam skuat arahan Jurgen Klopp selama beberapa tahun terakhir ini. Berkat kontribusinya yang besar, Liverpool kini hanya berjarak enam poin saja dari menjadi juara Premier League.

Tak hanya itu, pada kampanye musim kemarin, mantan pemain Southampton itu merupakan salah satu yang berperan besar dalam kesuksesan Tim Marseyside menjadi juara Liga Champions Eropa.

Nah, kegemilangan Mane tersebut lantas membuat sejumlah raksasa Eropa mulai kepincut, terutama Real Madrid. Tim asal Ibukota Spanyol itu dilaporkan ingin menjadikan Mane sebagai rencana jangka panjang mereka, terhitung mulai musim depan.

Sayangnya, sebagaimana dilansir The Athletic, Real Madrid bakal mendapatkan penolakan dari Liverpool. Pasalnya pihak juara bertahan Liga Champions Eropa tersebut sama sekali tak tertarik untuk melepas pemain berusia 27 tahun pada bursa transfer musim panas nanti.

Bahkan, laporan yang sama mengklaim bahwa Jurgen Klopp sudah memerintahkan manajemen Liverpool menolak semua bentuk tawaran untuk Mane, berapapun besaran tawaran yang diajukan.

Klopp menilai Mane adalah sosok yang sangat krusial untuk timnya. Ia juga menilai dengan kontribusinya yang besar, akan sulit menemukan pengganti yang sepadan untuk eks Southampton tersebut.

Karena alasan tersebut, manajer asal Jerman enggan berpisah dengan pemain Senegal, setidaknya selama dia masih menjabat sebagai juru taktik Liverpool.

Di satu sisi, Liverpool juga berada dalam posisi yang terbilang cukup kuat untuk mempertahankan Sadio Mane di Anfield. Pasalnya, Mane masih terikat kontrak tiga tahun lagi bersama klub Premier League tersebut.

Selain itu, Sadio Mane juga sempat berulang kali mengutarakan rasa cintanya terhadap Liverpool dan para fans. Karenanya, The Reds sangat optimis bisa mempertahankan pemain berusia 27 tahun tersebut musim depan.

Namun, Real Madrid diyakini tidak akan menyerah. Bahkan, Los blancos juga diyakini berencana mencomot Mohamed Salah.

Eks Juventus ini Ingin Agar Serie A Italia Dihentikan Permanen

Pandemi Virus Corona dianggap benar-benar mengancam kehidupan masyarakat Italia oleh salah seorang mantan pemain Juventus, Angelo Di Livio. Semua pihak harus memandang serius ancaman ini, karenanya dia meminta agar Serie A Italia dihentikan saja.

Sebagai informasi, Italia memang tercatat sebagai negara kedua terparah yang sudah terpapar Virus Corona atau COVID-19 ini. Bahkan, jumlah kasus yang ditemukan hanya kalah dari China, negara tempat dimana Virus tersebut berasal.

Sampai berita ini diturunkan ada lebih dari 80 Ribu kasus Positif Corona yang ditemukan, sementara lebih juga dari 8000 orang telah meninggal dunia karenanya.

Artinya, Italia benar-benar sedang terancam. Virus ini menjadi ancaman yang serius bagi warga di sana, tak heran jika pemerintah benar-benar tegas dalam menerapkan kebijakan lockdown.

Kompetisi sepakbola, termasuk Serie A Italia juga terkena dampak dari wabah ini. Untuk sementara, kompetisi dihentikan sampai bulan Mei 2020 mendatang.

Namun, Angelo Di Livio berharap agar Serie A italia musim ini benar-benar ditiadakan alias tidak dilanjutkan lagi.

Bukan hanya karena wabah Virus Corona yang bisa mengancam siapa saja saat ini, tapi karena penundaan yang membuat jadwal bakal tumpang tindih.

“Waktunya untuk mengakhiri semuanya dan membatalkan musim ini telah tiba. Tak ada gunanya bermain, orang-orang memikirkan segalanya kecuali kompetisi. Tak jelas kapan bisa dilanjutkan, banyak pertandingan akan tumpang tindih dan keseluruhan sistem akan kesulitan, mengingat bahwa tahun depan akan ada Piala Eropa. “

“Saya rasa membatalkan liga dan memulainya lagi pada Juli atau Agustus adalah keputusan yang tepat. Itulah satu-satunya cara untuk menyelamatkan sepak bola Italia,” ujar Di Livio kepada Tuttosport.

Lebih lanjut, eks pemain Juventus tersebut mengakui bahwa wabah Corona seperti sebuah petir besar di siang bolong, membuat semua orang merasa terkejut bahwa ancamannya sangat besar. Dia pun berterima kasih kepada dokter dan tim medis yang berjuang melawan Wabah tersebut.

“Wabah ini seperti petir, kami semua terkejut. Ada ketakutan dan perhatian yang besar. Dokter dan perawat sungguh luar biasa dan pahlawan hebat, mereka tak memiliki waktu untuk beristirahat,” tutur Di Livio.

Juventus Diklaim Siap Lepas Miralem Pjanic

Juara bertahan Serie A Italia, Juventus dipercaya sudah mempersiapkan rencana jual-beli pemain untuk jendela transfer musim panas mendatang. Salah satu rencana mereka adalah menjual gelandang Bosnia-Herzegovina, Miralem Pjanic.

Sebagaimana diketahui, Miralem Pjanic sendiri bergabung dengan Juventus pada bursa transfer musim panas tahun 2016 silam. Yang bersangkutan dibeli dari AS Roma, dengan tujuan awalnya memang untuk menggantikan Paul Pogba yang pindah ke Manchester United di tahun yang sama.

Sejauh ini, performa sang gelandang bisa dikatakan cukup memuaskan. Dia sudah memberikan kontribusi yang bagus bagi Bianconneri di lini tengah. Pjanic berhasil menjadi pengatur permainan yang bagus untuk Juventus, setidaknya dalam empat tahun terakhir ini.

Akan tetapi, La Gazzetta Dello Sport membeberkan bahwa Juventus berpotensi berpisah dengan Pjanic. Mereka berencana menjualnya di musim panas nanti. Laporan itu mengklaim bahwa alasan mengapa Juventus menjual Pjanic karena mereka butuh tambahan dana segar.

Juventus diyakini sedang merencanakan proyek ambisius pada bursa transfer musim panas mendatang. Mereka ingin mendaratkan sejumlah pemain top, termasuk diantaranya Kylian Mbappe dan Paul Pogba. Kedua pemain tersebut faktanya dibandrol dengan harga yang relatif tinggi.

Untuk itu mereka butuh tambahan dana, dan Pjanic dinilai salah satu pemain yang bisa dijual dengan harga mahal di musim panas nanti. Menurut laporan tersebut, pertimbangan Juventus menjual Pjanic karena performa tim mereka mulai stabil.

Dalam kata lain, stabil disini adalah tanpa kehadiran Miralem Pjanic dalam skuat. Pasalnya, pemain Bosnia-Herzegovina itu beberapa kali absen karena cedera pada kampanye musim ini. Sedangkan gelandang lain bisa mengisi kekosongan yang ditinggalkan eks pemain AS Roma.

Itulah mengapa Juve merasa bahwa posisi mereka cukup aman untuk menjual Pjanic di musim panas nanti. Menurut laporan tersebut, Pjanic sudah mendapatkan pembeli potensial. Sang gelandang diberitakan akan direkrut oleh raksasa Prancis, PSG.

Bahkan, dipercaya Les Parisiens sebenarnya sudah menginginkan jasa Pjanic sejak lama, tapi tidak mendapat restu dari Juventus.

Miralem Pjanic, 29 tahun, sejauh ini telah mencatatkan tak kurang dari 167 penampilan dan mencetak 22 gol diantaranya untuk Juventus di semua ajang.

Real Madrid Inginkan Pochettino dan Harry Kane

Bursa transfer musim panas mendatang diyakini akan menjadi ajang bagi Real Madrid untuk mendatangkan dua sosok besar. Mereka adalah pelatih Mauricio Pochettino dan striker Inggris, Harry Kane.

Sebenarnya, sudah sejak lama Los Blancos dikaitkan dengan Harry Kane. Namun, entah karena alasan apa sampai sekarang mereka belum mencoba untuk merekrut sosok berusia 26 tahun tersebut.

Padahal, klub sudah kehilangan sosok mesin gol handal sejak dua tahun lalu. Adalah Cristiano Ronaldo yang meninggalkan Santiago Bernabeu saat itu. Sejak kepergiannya, klub lantas hanya mengandalkan Karim Benzema seorang di lini depan.

Perekrutan sejumlah pemain seperti Luka Jovic hingga Eden Hazard hingga kini masih belum mampu meningkatkan produktivitas gol dari lini serang Los Blancos. Hazard bahkan sudah dua kali menepi panjang karena cedera sejak direkrut dari Chelsea pada musim panas kemarin.

Nah, menyelesaikan masalah tersebut, Real Madrid pun kabarnya berniat menggaet Kane. Kabar ini ini dilansir oleh El Chiringuito.

Di satu sisi, Harry Kane sudah membuktikan ketajamannya bersama Tottenham Hotspur selama bermusim-musim. Sampai saat ini, pemain 26 tahun itu sudah mencetak 181 gol dalam 278 laga di semua ajang.

Selain itu, Kane juga tampil cemerlang bersama dengan Tim Nasional Inggris. Sejauh ini sang pemain sudah mengoleksi 45 caps dengan menyumbang 32 gol.

Artinya, Harry kane bisa dikatakan sebagai sosok striker yang ideal bagi Real Madrid, untuk menemani Karim Benzema musim depan. Apalagi, pemain Prancis tersebut sudah termasuk pemain yang uzur.

Selain Kane, Real Madrid kabarnya juga tengah mendekati eks manajer Kane di Spurs, Mauricio Pochettino yang saat ini tengah menganggur. Pochettino digadang-gadang menggantikan Zinedine Zidane yang hingga kini masih diragukan masa depannya di Santiago Bernabeu menyusul performa tidak konsisten musim ini.

Andai memang pelatih asal Argentina itu ditunjuk menggantikan Zidane musim depan, maka tentu saja dia akan mendapat dukungan dari manajemen klub pada bursa transfer musim panas nanti.

Nah, pochettino dipercaya menginginkan Harry Kane dalam skuatnya musim depan. Namun, sejauh ini berita tersebut hanya sebatas rumor.