Legenda Liverpool Tak Yakin Coutinho Akan Gabung Tottenham

Besar peluang Philippe Coutinho akan meninggalkan Barcelona pada musim panas ini. Dimana dia akan melanjutkan karir masih jadi teka-teki, tapi yang jelas legenda Liverpool, John Barnes tak yakin bahwa Tottenham Hotspur adalah salah satu tujuan sang pemain.

Masa depan mantan pemain Liverpool itu memang sedang jadi perbincangan media-media Eropa. Masa peminjamannya di Bayern Munchen akan berakhir pada musim panas ini.

Sedangkan di satu sisi, Barcelona belum bisa memberikan jaminan apakah Coutinho bisa mendapat tempat di skuat utama musim depan jika kembali ke Camp Nou.

Josep Maria Bartomeu selaku presiden Raksasa Catalan pernah mengatakan kalau Philippe Coutinho masih punya peluang untuk bertahan. Tapi itu semua bergantung pada keputusan dan rencana dari pelatih baru, Ronald Koeman.

Andai dia tidak masuk dalam rencana sang manajer, secara otomatis Coutinho harus siap angkat koper dari Camp Nou.

Tetap bertahan di Bayern Munchen opsi yang bagus, tapi raksasa Bundesliga Jerman ini enggan menebusnya secara permanen. Atau dengan kata lain, mereka ingin kembali memperpanjang masa pinjaman Coutinho untuk semusim ke depan.

Artinya, Coutinho harus segera mencari klub baru yang benar-benar menebusnya secara permanen dari Barcelona.

Sejauh ini, playmaker berusia 28 tahun tersebut telah dikaitkan dengan sejumlah klub, termasuk diantaranya beberapa raksasa Premier League seperti Arsenal, Chelsea, dan Tottenham Hotspur.

Tottenham Hotspur adalah tim yang bagus, dibawah arahan Jose Mourinho mereka punya prospek yang cerah. Tapi, legenda Liverpool John Barnes merasa bahwa justru kehadiran pelatih asal Portugal tersebut yang bisa membuat Coutinho berpikir ulang gabung dengan Spurs.

Hal ini dikarenakan filosofi Mourinho yang bertentangan dengan gaya bermain Coutinho.

“Saya tidak yakin Tottenham akan tertarik, sebab saya tak tahu apakah cara bermain Jose Mourinho akan cocok dengannya, sebab dia senang memegang bola dan memiliki penguasaan bola yang besar,” ujar Barnes.

Di sisi lain, Arsenal dianggapnya punya gaya bermain yang cocok dengan sang pemain.

“Sungguh menarik melihat apa yang akan terjadi kepada Philippe Coutinho musim panas ini, ada banyak tim yang ingin merekrut dia. Arsenal bisa menjadi klub terbaik dengan gaya bermain mereka,” lanjutnya.

Kritik Tidak Buat David De Gea Kehilangan Motivasi

De Gea adalah salah satu pemain yang kerap jadi sasaran kritik musim ini. Akan tetapi hal tersebut tak lantas membuat kiper Manchester United merasa kehilangan nyali untuk bermain.

Terbaru, pemain timnas Spanyol itu dimainkan saat United berjumpa Sevilla senin kemarin di babak semifinal Liga europa. Keputusan ini dinilai cukup mengejutkan, mengingat Solskjaer biasanya memberikan kesempatan bagi Sergi Romero di ajang ini.

Pada akhirnya, Setan Merah takluk dengan skor 1-2, dimana kekalahan tersebut memupus mimpu mereka untuk melangkah ke babak final. Dalam laga itu, David de Gea memang tidak tampil buruk, tetapi dia mendapat banyak kritik.

Hal serupa juga terjadi kala sang pemain bermain di babak semifinal Piala FA melawan Chelsea, dimana dia membuat blunder fatal yang berujung gol.

Faktanya, kiper Spanyol sudah beberapa kali melakukan Blunder pada musim ini, sehingga dia sering kali jadi sasaran kritik. Namun hal tersebut tak lantas membuat De Gea kehilangan motivasi.

“Tidak, saya percaya pada diri saya sendiri. Saya menunjukkan kualitas saya selama bertahun-tahun, jadi saya tetap siap bermain jika manajer inginkan. Saya selalu siap bermain dan membantu tim seperti biasa, seperti yang saya lakukan selama ini,” ucap David de Gea dikutip dari PA News Agency.

Lebih lanjut, dia berbicara mengenai performa Manchester United secara keseluruhan musim ini yang menurutnya sudah meningkat dibandingkan musim lalu.

“Saya pikir kami sudah meningkat musim ini. Kami tertinggal 14 poin dari posisi ketiga di Premier League, tetapi pada akhirnya kami mampu finis ketiga,” sambung David de Gea.

Bahkan, menurut kiper Timnas Spanyol tersebut, Manchester United sebenarnya lebih pantas melangkah ke babak final ketimbang Sevilla.

“Kami bermain sangat bagus menurut saya pada banyak pertandingan. Kami pantas berada di final, jujur saja,”

“Tapi mungkin kami butuh sedikit pengalaman, lebih banyak pengalaman di tim, kami harus punya peluang. Mari terus berkembang, mari terus berjuang untuk klub ini dan mari kita coba memenangkan trofi musim depan,” tutup David de Gea.

Zidane Pastikan tetap di Real Madrid Musim Depan

Setelah kegagalan Real Madrid melaju jauh di ajang Liga Champions Eropa musim ini, pelatih Zinedine Zidane menegaskan bahwa dia tidak akan meninggalkan Santiago Bernabeu.

Sebagaimana diketahui, Los Blancos disingkirkan Manchester City dari babak 16 besar. Usai kalah 1-2 pada leg pertama bulan Februari lalu, pasukan Zinedine Zidane kembali menelan kekalahan saat memainkan leg kedua di Etihad, dinihari WIB tadi (08/08).

Dalam laga tersebut, Real Madrid takluk dengan skor yang identik sama 1-2, dengan demikian mereka pun tersisih dengan agregat total 2-4.

Faktanya, ini adalah kegagalan yang menyakitkan bagi Real Madrid karena mereka adalah juara terbanyak di kompetisi tahunan tersebut namun hanya mampu mencapai babak 16 besar.

Alhasil, masa depan Zinedine Zidane di kursi manajer mulai dipertanyakan. Tapi saat berbicara selepas pertandingan di Etihad kemarin, pelatih asal Prancis memastikan bahwa musim depan dia akan tetap menukangi Sergio Ramos dkk.

“Well, saya di sini, saya adalah pelatih Real Madrid hingga sesuatu yang luar biasa terjadi. Saya di sini, tentu saja,”

“Anda tak harus memikirkan semuanya. Saya pelatih Madrid, titik. Tak ada pertanyaan lagi untuk ditanyakan terkait hal ini. Sekarang kami akan beristirahat dan kami akan kembali untuk menjalani musim yang luar biasa,” ujar Zidane seperti dikutip Goal International.

Tersingkir dari Liga Champions Eropa memang mengecewakan, tapi Zidane meminta para pemainnya untuk berbangga diri. Bagaimanapun, tim sudah berjuang keras, dan mereka sebelumnya telah mengamankan gelar La Liga Spanyol juga piala Super Spanyol.

“Kami harus bangga. Saya sangat bangga atas apa yang kami raih. Ketika kami kalah, kami tak bisa bahagia. Para pemain tak senang, pastiny. Namun, apa yang bisa kami banggakan adalah kami menjalani musim yang luar biasa,” tutur Zidane.

Dalam prosesnya menjadi juara La Liga Spanyol, Real Madrid memang kesulitan mencapai puncak pada awalnya. Barcelona lebih lama duduk di singgasana klasemen.

Los Blancos baru berhasil merebut puncak klasemen sejak penundaan kompetisi berakhir. Mereka pun secara konsisten mempertahankan posisi tersebut sampai pekan terakhir.

Jika Sukses Juara Piala FA, Arsenal Wajib Pertahankan Arteta

Legenda Arsenal, David Seaman berharap manajemen Arsenal tetap mempertahankan Mikel Arteta di kursi manajer musim depan. Apalagi, jika pria asal Spanyol tersebut mengantarkan klub jadi kampiun FA Cup musim ini.

Mikel Arteta direkrut Arsenal pada awal tahun ini untuk menggantikan Unai Emery yang didepak beberapa pekan sebelumnya.

Dibawah arahan sang mantan pemain, Arsenal tampak tidak mengalami perubahan yang signifikan, terutama dari segi hasil. Tapi dari segi performa, The Gunners tampak sedikit membaik.

Hanya saja, pada akhirnya hasil yang menjadi patokan, Arsenal gagal finish di zona Eropa. Pada klasemen akhir, Aubameyang dkk hanya menduduki posisi ke-8 dengan koleksi tak lebih dari 56 poin.

Meski begitu, Arsenal masih berpeluang bermain di ajang Liga Europa musim depan, dengan syarat mereka harus mengalahkan Chelsea di final Piala FA yang akan berlangsung akhir pekan ini.

Menurut David Seaman, pertandingan ini akan sangat berat bagi Arsenal dan wajib dimenangkan. Bukan karena lawan yang akan dihadapi, tapi karena itu adalah satu-satunya jalan yang tersisa untuk mengantongi tiket ke Liga Europa musim depan.

“Ini pertandingan besar bagi Arsenal. Kami membutuhkannya lebih dari Chelsea karena kami membutuhkan tempat Eropa itu,” ucapnya pada PA Agency.

Andai berhasil menang, David Seaman mengklaim bahwa wajib bagi Arsenal untuk mempertahankan Mikel Arteta di kursi manajer. Tak hanya itu, dia juga meminta pihak klub untuk mendatangkan para pemain yang dibutuhkan Arteta.

“Untuk melakukan apa yang telah ia lakukan, saya pikir ia telah melakukan pekerjaan yang hebat dan itu sebabnya klub dan dewan perlu mendukungnya,”

“Mereka perlu membeli pemain yang ia inginkan. Ia tahu apa yang ia lakukan, ia akan tahu apa yang ia inginkan dan mudah-mudahan, ia bisa mendapatkannya,” ucap Seaman.

Tugas Mikel Arteta cukup berat untuk bisa menjadi juara Piala FA musim ini, pasalnya Arsenal sedang mengalami krisis pemain di lini belakang. Mereka tak akan bisa memainkan Pablo Mari, Calum Chambers, dan Shkodran Mustafi.

Pertandingan tersebut rencananya akan berlangsung pada Sabtu malam WIB, 1 Agustus 2020

Stefano Pioli Bertekad Bawa Milan Sapu Bersih Sisa Laga Musim Ini

Usai resmi mendapatkan kontrak baru dari AC Milan, Pioli kini bertekad membawa Rossoneri memenangkan tiga laga sisa di ajang Serie A Italia musim ini.

Sebelumnya, nasib Stefano Pioli memang sempat jadi teka-teki, hal ini terkait dengan rencana klub merekrut Ralf Rangnick pada musim panas mendatang.

Meski rumor tersebut terus menggema, Stefano Pioli sama sekali tak terganggu. Juru taktik berusia 54 tahun tetap professional, bahkan dia berhasil mendongrak performa AC Milan pasca-restart akibat pandemi virus corona.

Sejak Serie A Italia digulirkan lagi, Rossoneri tak tersentuh kekalahan dari total sembilan pertandingan dengan rincian 7 kemenangan dan 2 hasil imbang. Terbaru, AC Milan berhasil menang atas Sassuolo dinihari WIB tadi (22/07) dengan skor akhir 2-1.

Dengan kemenangan tersebut, AC Milan pun kini menduduki peringkat ke-5 pada klasemen serie A Italia. Nah, jika terus berada di peringkat tersebut, secara otomatis Rossoneri bakal bermain di ajang Liga Europa musim depan.

Dengan kinerja apik yang ditunjukkan Ibrahimovic cs, AC Milan lantas memberikan apresiasi kepada pelatih Stefano Pioli, mengganjarnya dengan kontrak anyar berdurasi dua tahun.

Kontrak baru ini membuat Pioli girang bukan kepalang, dia pun menjanjikan kemenangan di tiga pertandingan terakhir Serie A Italia musim ini demi memperbesar peluang lolos ke panggung Eropa musim depan.

“Saya sangat senang. Saya sudah tahu beberapa hari lalu akan menandatangani kontrak baru, dan mendapatkan kesempatan untuk memimpin klub bergengsi dari awal, tim yang saya tahu memiliki kualitas dan dapat berkembang,”

“Saya jelas sangat senang. Sekarang adalah masa depan kami dan kami harus fokus pada tiga pertandingan berikutnya, karena ada banyak yang harus dilakukan. Kami masih harus memberikan seluruh kemampuan, maka kami dapat memikirkan masa depan mulai 3 Agustus,” kata Pioli.

Sebagai informasi, di tiga pertandingan tersisa musim ini, AC Milan akan berhadapan dengan Atalanta, Sampdoria dan Cagliari. Tentu saja diantara ketiga pertandingan tersebut, melawan Atalanta akan jadi lawan yang berat, mengingat pasukan Marco Giam Paolo tampil cemerlang sejak awal musim.

Masih 3 Tiga Laga Tersisa, Manchester United!

Nemanja Matic berharap rekan-rekannya tidak berkecil hati atas hasil imbang melawan Southampton kemarin. Menurut sang gelandang, peluang masih terbuka lebar mengingat ada tiga pertandingan tersisa untuk diperjuangkan.

Dini hari tadi, Setan merah memang menjamu Southampton dalam lanjutan Premier League pekan ke-35. Di laga tersebut, Manchester United targetkan poin penuh tapi sayangnya mereka hanya mampu meraih satu poin dari hasil imbang 2-2.

Akibat dari hasil imbang ini, Setan Merah terpaksa tetap berada di peringkat ke-5 pada klasemen sementara Premier League. Padahal jika mereka menang, pasukan Ole Gunnar Solskjaer akan langsung naik ke peringkat ke-3, melewati dua tim sekaigus Leicester City dan Chelsea.

Tentu saja ini sangat mengecewakan, tapi bagaimanapun Manchester United harus tetap menegakkan kepala.

“Kami harus tetap menegakkan kepala kami,” ujar Matic kepada MUTV.

Mantan pemain Chelsea ini menegaskan bahwa saat ini Manchester Untied masih punya harapan, karena faktanya ada tiga pertandingan lagi untuk diperjuangkan. Setan Merah wajib menang dalam laga berikutnya melawan Crystal Palace.

“Kami masih memiliki tiga pertandingan yang tersisa. Pertandingan berikutnya adalah melawan Crystal Palace pada hari Kamis. Jika kami memenangkan ketiga pertandingan sisa itu, maka kami akan lolos ke Liga Champions Eropa.” Tandasnya.

Memang saat ini, Manchester United berada di peringkat ke-5 pada klasemen sementara dengan tertinggal satu poin dari Chelsea yang ada di posisi ke-3. Jika The Blues terpeleset, praktis MU akan mengambil alih empat besar.

Tapi, Nemanja Matic meminta rekan-rekannya untuk tidak bergantung pada hasil akhir tim lain.

“Kami harus tetap positif dan tetap bekerja keras hingga akhir musim nanti. Segalanya berada di tangan kami saat ini, sehingga kami harus pulih dengan segera.” ujarnya.

Adapun, Setelah menghadapi Crystal Palace, Setan Merah langsung bersiap diri menghadapi Chelsea di babak semifinal Piala FA. Jadwal padat ini dipercaya akan mengganggu performa pasukan Ole Gunnar Solskjaer.

Chelsea juga menghadapi laga-laga berat di sisa musim ini, termasuk diantaranya menghadapi sang juara kompetisi, Liverpool. Jadi, menarik untuk melihat persaingan di empat besar ini.

Jadon Sancho? Begini Jawaban Ole Gunnar Solskjaer

Pelatih MU, Ole Gunnar Solskjaer akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi transfer yang belakangan ini terus mengaitkan tim asuhannya dengan winger muda Inggris, Jadon Sancho.

Tanggapan itu diberikan sang pemain lewat sebuah wawancara untuk Viasport bersama presenter, Jan Aage Fjortoft. Ketika membahas tentang rencana transfer musim panas ini, Jan Aage sedikit menyebut nama Jadon Sancho yang sedang bersinar di Dortmund.

Menariknya, pelatih asal Norwegia itu hanya tertawa dan mengaku tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut.

“Ha ha. Saya sebetulnya sangat jago matematika, tapi kali ini, saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu Jan Aage. Ada banyak pemain bagus di banyak tim. Kenapa harus Dortmund?” kata Soslkjaer, dikutip dari Manchester Evening News.

Manchester United belakangan ini kerap kali dikaitkan dengan Jadon Sancho. Borussia Dortmund sendiri diyakini tidak akan menghalangi kepergian mantan jebolan akademi Manchester City tersebut andai memang ada yang bersedia membayarnya 100 juta Poundsterling.

Memang, Jadon Sancho dibanderol dengan harga tinggi mengingat yang bersangkutan tampil gemilang dalam dua musim terakhir. Contohnya musim ini, sang pemain mencatatkan 17 gol dan 17 assist dari total 32 penampilan di ajang Bundesliga Jerman.

Tapi, angka tersebut terbulang tinggi bahkan untuk tim sekelas Manchester United. Pasalnya, saat ini kondisi finansial klub sedang terganggu oleh Pandemi Virus Corona.

Karena alasan tersebutlah pelatih Ole Gunnar Solksjaer mengaku akan berhati-hati dalam mengambil keputusan di bursa transfer mendatang.

“Saya pikir bursa transfer nanti akan menjadi situasi yang lebih tenang dari sebelumnya.”

“Saya pikir banyak klub harus berhati-hati untuk tidak menghabiskan terlalu banyak uang. Anda mungkin masih tidak tahu berapa banyak klub yang telah kehilangan aset secara finansial selama pandemi ini. Padahal itu sudah terjadi belakangan ini,” ucap manajer asal Norwegia itu.

Memang, pandemi Virus Corona ini sempat membuat kompetisi tertunda selama tiga bulan terakhir. Liga baru bergulir sejak pertengahan Juni kemarin, namun tetap saja klub-klub tidak bisa mendapatkan pendapatan dari penjualan tiket penonton.

Pasalnya, masyarakat tidak diizinkan pergi ke Stadion untuk menonton tim kesayangan mereka bermain.

Frank Lampard Akui Chelsea Main Buruk di Babak Pertama

Meski berhasil menang, performa Chelsea dalam pertandingan melawan Leiceser City kemarin mendapat sorotan, terutama di babak pertama. Mendengar komentar tersebut, Pelatih Frank Lampard tidak bisa mengelak.

Chelsea menyambangi King Power Stadium untuk memainkan babak perempat final Piala FA akhir pekan kemarin. Berhadapan dengan tuan rumah Leicester City, The Blues berhasil menang dengan skor 1-0.

Sejak awal, pelatih Frank lampard tampak melakukan rotasi besar dengan menurunkan para pemain muda klub. Tapi, kebijakan sang juru taktik malah membuat Chelsea kesulitan menyuguhkan permainan terbaik mereka di babak pertama.

Alhasil saat jeda pertandingan, Lampard lantas melakukan tiga pergantian pemain. Chelsea memasuki babak kedua dengan tiga pemain senior, antara lain Cesar Azpilicueta, Ross Barkley, dan Mateo Kovacic.

Alhasil, performa The Blues tampak jauh lebih baik dan akhirnya mereka berhasil menang bahkan berkat gol yang dicetak salah satu dari tiga pemain pengganti, Ross Barkley pada babak kedua.

Kendati menang, apa yang dipertontonkan Chelsea sepanjang babak pertama menjadi sorotan. Bahakn, pelatih Frank Lampard juga mengakui timnya tampil buruk di paruh pertama.

“Kami bicara di paruh waktu dan babak pertama bukanlah kami seperti biasanya perihal performa. Intensitas kami kurang. Saya bisa saja membuat pergantian pemain lebih banyak, atau mengganti pemain-pemain lain karena urgensi. Performa kami sangat lesu.”

“Di babak kedua, ada beberapa momen permainan terbaik kami dan saya puas kami bisa lolos. Meski begitu, jika kami memasuki pertandingan lain dengan penampilan seperti ini, jelas kami tidak punya peluang. Kami beruntung hari ini,” ujar Lampard di laman resmi Chelseafc.

Meski demikian, Lampard menegaskan bahwa pergantian pemain bukan hanya soal meraih kemenangan semata, tapi juga menghindari cedera karena jadwal padat yang ada.

“Pemain-pemain yang masuk sebagai pengganti membawa dampak positif, itu sudah terjadi pada beberapa pertandingan terakhir. Jika kami tidak punya jatah pergantian ekstra, saya tidak akan membuat tiga pergantian langsung di paruh waktu,”

“Ini penting untuk mengurangi cedera. Kita semua bisa melihat fakta bahwa kami harus menghadapi dua pertandingan penting salam sepekan,” tutupnya.

Liverpool Beruntung Hanya Bermain Imbang Lawan Everton

Hasil imbang melawan Everton mungkin tampak mengecewakan bagi Liverpool, tapi bagi Jamie Carragher, The Reds cukup beruntung bisa mendapatkan hasil tersebut.

Duel Marseyside antara Everton melawan Liverpool memang tersaji pada Matchdays ke-30 Premier League dinihari WIB tadi (22/06). Pertandingan tersebut sendiri berlangsung di markas The Toffees, Goodison Park Stadium.

Bermain di markas lawan tak lantas membuat Everton diunggulkan menang, pasalnya di atas kertas Liverpool memang tampak lebih baik. Namun sebaliknya, justru pasukan Carlo Ancelotti yang mencatatkan beberapa peluang emas.

Sayang sekali, mereka gagal memaksimalkan sejumlah peluang tersebut. Sedangkan Liverpool tampil mendominasi, tapi lini serang mereka tampak tumpul, sehingga pertandingan berakhir dengan skor kaca mata.

Jelas ini mengecewakan bagi Liverpool yang sejatinya hanya perlu meraih dua kemenangan saja untuk mengunci gelar Premier League musim ini.

Tapi menurut Carragher, justru Liverpool dinaungi keberuntungan karena harusnya Everton yang layak meraih kemenangan karena tampil lebih baik.

“Saya rasa Everton layak mendapatkan kemenangan hari ini,” ujar Carragher kepada Sky Sports.

Secara penguasaan bola, legenda Inggris ini mengakui Liverpool lebih unggul, tapi dari segi peluang, Everton justru lebih berbahaya.

“Anda bisa berargumen bahwa Liverpool menguasai bola, namun mereka yang layak menang adalah mereka yang mampu membuat peluang sepanjang pertandingan.” Tandasnya.

Pada saat yang bersamaan, dia juga tak ragu untuk mengkritik performa Liverpool dalam pertandingan tersebut yang menurutnya tak sesuai ekspektasi.

“Everton membiarkan Liverpool menguasai bola karena mereka tahu mereka tidak bisa menandingi Liverpool dalam permainan seperti itu.”

“Saya rasa sangat mudah bagi Liverpool untuk menguasai bola. Namun ketika mereka mendominasi penguasaan bola, seharusnya mereka bisa berbuat sesuatu dengan itu.” Tutupnya.

Akibat dari hasil imbang tersebut, Liverpool hanya meraih satu poin saja karenanya mereka tertahan untuk segera dinobatkan menjadi juara Premier League musim ini. Sekarang, mereka masih butuh 5 poin lagi untuk memastikan gelar juara.

Berikutnya, pasukan Jurgen Klopp sendiri akan berhadapan dengan Crystal Palace. Pertandingan tersebut sendiri akan berlangsung pada 25 Juni mendatang.

Main Tanpa Suporter di Etihad, Arteta Yakin Arsenal Bisa Menang

Manajer Arsenal, Mikel Arteta menganggap absensi suporter pada pertemuan melawan Manchester City di Etihad akhir pekan besok bakal jadi keuntungan tersendiri bagi pasukannya.

Perlu diketahui, mulai 17 Juni 2020 mendatang, Liga Primer Inggris memang akan digelar lagi. Pertama-tama, ada dua laga yang digelar pada tanggal tersebut. Salah satunya adalah duel super big match antara Manchester City melawan Arsenal.

Namun, sebagaimana fakta bahwa saat ini pandemi Virus Corona masih berlangsung, maka tidak ada suporter yang diperbolehkan menyaksikan laga tersebut secara langsung di tribun Stadion. Mereka ahkan juga dilarang untuk berkerumun memberi dukungan dari luar stadion.

Karena hal tersebutlah Mikel Arteta memiliki keyakinan bahwa performa pasukan Pep Guardiola tidak akan seimbang tanpa dukungan para suporter mereka di tribun Etihad.

“Saya berharap demikian dan kami telah melihat kami memiliki hal yang baik untuk mengukur apa yang terjadi dengan Bundesliga saat ini. Jadi itu akan membantu. Sepak bola adalah gairah dan energi, dan ketika Anda kehilangan itu, keadaanya jadi lebih berimbang, menurut saya,”

“Tapi saya tahu seberapa kuat mereka, saya tahu apa yang dapat mereka lakukan jika mereka semua siap tempur pada hari itu. Jadi kita harus benar-benar siap untuk mencoba dan pergi ke sana dan memenangkan pertandingan,” Kata Arteta dalam acara Football Show Sky Sports.

Namun terlepas dari itu, pertandingan melawan Manchester City akan terasa emosional bagi Arteta karena faktanya yang bersangkutan sebelumnya bekerja sebagai assisten Pep Guardiola.

“Ini akan menjadi aneh, saya tidak dapat menyangkal itu. Saya kenal semua orang di sana, saya menghabiskan empat tahun yang luar biasa dengan para pemain itu,”

“Saya juga sangat bersemangat, saya tidak sabar untuk mulai bersaing lagi dalam cara yang paling kami sukai dan itu adalah bermain sepak bola. Ini akan menjadi sangat istimewa bagi saya, tetapi saya menantikannya,” seru Arteta.

Arsenal sendiri masih mengemban tugas yang berat jelang bergulirnya Premier League. Mereka berada di peringkat ke-9 pada klasemen sementara, terpaut cukup jauh dari empat besar Zona Liga Champions.