Jadon Sancho? Begini Jawaban Ole Gunnar Solskjaer

Pelatih MU, Ole Gunnar Solskjaer akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi transfer yang belakangan ini terus mengaitkan tim asuhannya dengan winger muda Inggris, Jadon Sancho.

Tanggapan itu diberikan sang pemain lewat sebuah wawancara untuk Viasport bersama presenter, Jan Aage Fjortoft. Ketika membahas tentang rencana transfer musim panas ini, Jan Aage sedikit menyebut nama Jadon Sancho yang sedang bersinar di Dortmund.

Menariknya, pelatih asal Norwegia itu hanya tertawa dan mengaku tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut.

“Ha ha. Saya sebetulnya sangat jago matematika, tapi kali ini, saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu Jan Aage. Ada banyak pemain bagus di banyak tim. Kenapa harus Dortmund?” kata Soslkjaer, dikutip dari Manchester Evening News.

Manchester United belakangan ini kerap kali dikaitkan dengan Jadon Sancho. Borussia Dortmund sendiri diyakini tidak akan menghalangi kepergian mantan jebolan akademi Manchester City tersebut andai memang ada yang bersedia membayarnya 100 juta Poundsterling.

Memang, Jadon Sancho dibanderol dengan harga tinggi mengingat yang bersangkutan tampil gemilang dalam dua musim terakhir. Contohnya musim ini, sang pemain mencatatkan 17 gol dan 17 assist dari total 32 penampilan di ajang Bundesliga Jerman.

Tapi, angka tersebut terbulang tinggi bahkan untuk tim sekelas Manchester United. Pasalnya, saat ini kondisi finansial klub sedang terganggu oleh Pandemi Virus Corona.

Karena alasan tersebutlah pelatih Ole Gunnar Solksjaer mengaku akan berhati-hati dalam mengambil keputusan di bursa transfer mendatang.

“Saya pikir bursa transfer nanti akan menjadi situasi yang lebih tenang dari sebelumnya.”

“Saya pikir banyak klub harus berhati-hati untuk tidak menghabiskan terlalu banyak uang. Anda mungkin masih tidak tahu berapa banyak klub yang telah kehilangan aset secara finansial selama pandemi ini. Padahal itu sudah terjadi belakangan ini,” ucap manajer asal Norwegia itu.

Memang, pandemi Virus Corona ini sempat membuat kompetisi tertunda selama tiga bulan terakhir. Liga baru bergulir sejak pertengahan Juni kemarin, namun tetap saja klub-klub tidak bisa mendapatkan pendapatan dari penjualan tiket penonton.

Pasalnya, masyarakat tidak diizinkan pergi ke Stadion untuk menonton tim kesayangan mereka bermain.

Frank Lampard Akui Chelsea Main Buruk di Babak Pertama

Meski berhasil menang, performa Chelsea dalam pertandingan melawan Leiceser City kemarin mendapat sorotan, terutama di babak pertama. Mendengar komentar tersebut, Pelatih Frank Lampard tidak bisa mengelak.

Chelsea menyambangi King Power Stadium untuk memainkan babak perempat final Piala FA akhir pekan kemarin. Berhadapan dengan tuan rumah Leicester City, The Blues berhasil menang dengan skor 1-0.

Sejak awal, pelatih Frank lampard tampak melakukan rotasi besar dengan menurunkan para pemain muda klub. Tapi, kebijakan sang juru taktik malah membuat Chelsea kesulitan menyuguhkan permainan terbaik mereka di babak pertama.

Alhasil saat jeda pertandingan, Lampard lantas melakukan tiga pergantian pemain. Chelsea memasuki babak kedua dengan tiga pemain senior, antara lain Cesar Azpilicueta, Ross Barkley, dan Mateo Kovacic.

Alhasil, performa The Blues tampak jauh lebih baik dan akhirnya mereka berhasil menang bahkan berkat gol yang dicetak salah satu dari tiga pemain pengganti, Ross Barkley pada babak kedua.

Kendati menang, apa yang dipertontonkan Chelsea sepanjang babak pertama menjadi sorotan. Bahakn, pelatih Frank Lampard juga mengakui timnya tampil buruk di paruh pertama.

“Kami bicara di paruh waktu dan babak pertama bukanlah kami seperti biasanya perihal performa. Intensitas kami kurang. Saya bisa saja membuat pergantian pemain lebih banyak, atau mengganti pemain-pemain lain karena urgensi. Performa kami sangat lesu.”

“Di babak kedua, ada beberapa momen permainan terbaik kami dan saya puas kami bisa lolos. Meski begitu, jika kami memasuki pertandingan lain dengan penampilan seperti ini, jelas kami tidak punya peluang. Kami beruntung hari ini,” ujar Lampard di laman resmi Chelseafc.

Meski demikian, Lampard menegaskan bahwa pergantian pemain bukan hanya soal meraih kemenangan semata, tapi juga menghindari cedera karena jadwal padat yang ada.

“Pemain-pemain yang masuk sebagai pengganti membawa dampak positif, itu sudah terjadi pada beberapa pertandingan terakhir. Jika kami tidak punya jatah pergantian ekstra, saya tidak akan membuat tiga pergantian langsung di paruh waktu,”

“Ini penting untuk mengurangi cedera. Kita semua bisa melihat fakta bahwa kami harus menghadapi dua pertandingan penting salam sepekan,” tutupnya.

Liverpool Beruntung Hanya Bermain Imbang Lawan Everton

Hasil imbang melawan Everton mungkin tampak mengecewakan bagi Liverpool, tapi bagi Jamie Carragher, The Reds cukup beruntung bisa mendapatkan hasil tersebut.

Duel Marseyside antara Everton melawan Liverpool memang tersaji pada Matchdays ke-30 Premier League dinihari WIB tadi (22/06). Pertandingan tersebut sendiri berlangsung di markas The Toffees, Goodison Park Stadium.

Bermain di markas lawan tak lantas membuat Everton diunggulkan menang, pasalnya di atas kertas Liverpool memang tampak lebih baik. Namun sebaliknya, justru pasukan Carlo Ancelotti yang mencatatkan beberapa peluang emas.

Sayang sekali, mereka gagal memaksimalkan sejumlah peluang tersebut. Sedangkan Liverpool tampil mendominasi, tapi lini serang mereka tampak tumpul, sehingga pertandingan berakhir dengan skor kaca mata.

Jelas ini mengecewakan bagi Liverpool yang sejatinya hanya perlu meraih dua kemenangan saja untuk mengunci gelar Premier League musim ini.

Tapi menurut Carragher, justru Liverpool dinaungi keberuntungan karena harusnya Everton yang layak meraih kemenangan karena tampil lebih baik.

“Saya rasa Everton layak mendapatkan kemenangan hari ini,” ujar Carragher kepada Sky Sports.

Secara penguasaan bola, legenda Inggris ini mengakui Liverpool lebih unggul, tapi dari segi peluang, Everton justru lebih berbahaya.

“Anda bisa berargumen bahwa Liverpool menguasai bola, namun mereka yang layak menang adalah mereka yang mampu membuat peluang sepanjang pertandingan.” Tandasnya.

Pada saat yang bersamaan, dia juga tak ragu untuk mengkritik performa Liverpool dalam pertandingan tersebut yang menurutnya tak sesuai ekspektasi.

“Everton membiarkan Liverpool menguasai bola karena mereka tahu mereka tidak bisa menandingi Liverpool dalam permainan seperti itu.”

“Saya rasa sangat mudah bagi Liverpool untuk menguasai bola. Namun ketika mereka mendominasi penguasaan bola, seharusnya mereka bisa berbuat sesuatu dengan itu.” Tutupnya.

Akibat dari hasil imbang tersebut, Liverpool hanya meraih satu poin saja karenanya mereka tertahan untuk segera dinobatkan menjadi juara Premier League musim ini. Sekarang, mereka masih butuh 5 poin lagi untuk memastikan gelar juara.

Berikutnya, pasukan Jurgen Klopp sendiri akan berhadapan dengan Crystal Palace. Pertandingan tersebut sendiri akan berlangsung pada 25 Juni mendatang.

Main Tanpa Suporter di Etihad, Arteta Yakin Arsenal Bisa Menang

Manajer Arsenal, Mikel Arteta menganggap absensi suporter pada pertemuan melawan Manchester City di Etihad akhir pekan besok bakal jadi keuntungan tersendiri bagi pasukannya.

Perlu diketahui, mulai 17 Juni 2020 mendatang, Liga Primer Inggris memang akan digelar lagi. Pertama-tama, ada dua laga yang digelar pada tanggal tersebut. Salah satunya adalah duel super big match antara Manchester City melawan Arsenal.

Namun, sebagaimana fakta bahwa saat ini pandemi Virus Corona masih berlangsung, maka tidak ada suporter yang diperbolehkan menyaksikan laga tersebut secara langsung di tribun Stadion. Mereka ahkan juga dilarang untuk berkerumun memberi dukungan dari luar stadion.

Karena hal tersebutlah Mikel Arteta memiliki keyakinan bahwa performa pasukan Pep Guardiola tidak akan seimbang tanpa dukungan para suporter mereka di tribun Etihad.

“Saya berharap demikian dan kami telah melihat kami memiliki hal yang baik untuk mengukur apa yang terjadi dengan Bundesliga saat ini. Jadi itu akan membantu. Sepak bola adalah gairah dan energi, dan ketika Anda kehilangan itu, keadaanya jadi lebih berimbang, menurut saya,”

“Tapi saya tahu seberapa kuat mereka, saya tahu apa yang dapat mereka lakukan jika mereka semua siap tempur pada hari itu. Jadi kita harus benar-benar siap untuk mencoba dan pergi ke sana dan memenangkan pertandingan,” Kata Arteta dalam acara Football Show Sky Sports.

Namun terlepas dari itu, pertandingan melawan Manchester City akan terasa emosional bagi Arteta karena faktanya yang bersangkutan sebelumnya bekerja sebagai assisten Pep Guardiola.

“Ini akan menjadi aneh, saya tidak dapat menyangkal itu. Saya kenal semua orang di sana, saya menghabiskan empat tahun yang luar biasa dengan para pemain itu,”

“Saya juga sangat bersemangat, saya tidak sabar untuk mulai bersaing lagi dalam cara yang paling kami sukai dan itu adalah bermain sepak bola. Ini akan menjadi sangat istimewa bagi saya, tetapi saya menantikannya,” seru Arteta.

Arsenal sendiri masih mengemban tugas yang berat jelang bergulirnya Premier League. Mereka berada di peringkat ke-9 pada klasemen sementara, terpaut cukup jauh dari empat besar Zona Liga Champions.

Odion Ighalo Memang Pantas Dapat Kontrak Baru

Kendati sudah tidak muda lagi, tapi kontribusi yang dipertontonkan Odion Ighalo semenjak bergabung ke Old Trafford pada musim dingin Januari lalu membuatnya layak mendapat kontrak baru. Demikian menurut bek andalan Manchester United, Luke Shaw.

Kelanjutan kontrak Odion Ighalo di Manchester United memang sempat jadi perbincangan media-media Inggris. Sang bek diberitakan bakal ditarik pulang oleh Shanghai Shenhua, begitu statusnya sebagai pinjaman di Old Trafford berakhir pada 31 Mei kemarin.

Akan tetapi, setelah proses negosiasi yang berjalan cukup alot, pada akhirnya Setan Merah berhasil mencapai kesepakatan dengan klub Tiongkok untuk memperpanjang masa pinjaman tersebut. Striker 31 tahun tersebut resmi bertahan di MU hingga bulan Januari 2021 mendatang.

Kontrak baru yang didapat Ighalo ini membuat bek Luke Shaw mengaku turut senang, dia menganggapnya sebagai kabar gembira.

“Kami mendapatkan sebuah kabar yang bagus pekan ini, yaitu Odion memperpanjang kontraknya,” beber Shaw di situs resmi Manchester United.

Lebih lanjut, mantan pemain Southampton ini menganggap Ighalo telah memberikan kontribusi yang apik sejak merapat ke Manchester United pada Januari lalu.

“Semua pemain kami senang melihatnya memperpanjang kontraknya. Memang situasinya sempat tidak menentu sehingga kami tidak banyak membahas hal tersebut di sesi latihan, namun saat ini kami gembira melihat ia bertahan.”

“Sebelum ia tiba di klub ini, banya orang yang tidak yakin apakah ia bisa berkontribusi untuk klub ini. Namun ia berhasil membuktikan bahwa ia mampu mencetak gol dan mampu menghadirkan gaya yang berbeda untuk lini serang kami.” Tandasnya.

Karena itu, Shaw menganggap bahwa kontrak baru ini sangat layak diberikan kepada pemain Senegal.

“Dia layak mendapatkan kesempatan untuk bertahan di klub ini lebih lama. Ia menghadirkan kebahagiaan dan senyuman bagi klub ini.” Tutupnya.

Memang, Ighalo terus jadi andalan manajer Ole Gunnar Solskjaer di lini depan, terutama saat Marcus Rashford masih menepi karena cedera. Sayangnya, kompetisi Premier League ditunda selama hampir tiga bulan terakhir ini.

Rencananya, liga primer inggris baru digelar lagi pada tanggal 20 Juni 2020 mendatang.

Tolak Premier League Bergulir Lagi, Kapten Watford Dikecam

Troy Deeney, Kapten Watford ini menjadi sasaran ujaran kebencian Netizen, hanya karena dirinya menolak bergulirnya Premier League lagi di tengah-tengah pandemi Corona ini.

Belakangan ini, lantang menggema desas-desus bahwa Premier League akan digulirkan lagi, meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Bahkan, klub-klub juga sudah mendapatkan izin untuk menggelar sesi latihan seperti biasa.

Wacana pengguliran kembali kasta tertinggi kompetisi sepakbola di Inggris tersebut menuai pro dan kontra. Beberapa pemain merasa tidak aman jika harus berlatih di masa pandemi seperti ini. Pasalnya, situasinya masih belum kondusif, Virus Corona masih mengancam siapa saja.

Troy Deeney adalah salah satu pemain yang menolak berlatih dan bermain di tengah-tengah pandemi ini. Bukan tanpa alasan, dia baru saja memiliki seorang anak dan khawatir dirinya membawa Virus ke anaknya tersebut.

Akan tetapi, Warganet justru mencemooh keputusannya untuk tidak berlatih. Lebih parahnya lagi, mereka malah mendoakan agar anak Kapten Watford tersebut terjangkiti wabah Covid-19.

“Saya melihat beberapa komentar terkait anak saya, orang-orang berkata: ‘Saya harap anak anda terkena Corona,”

“Itu adalah bagian terberat buat saya. Jika anda merespon komentar itu, orang-orang akan berkata: ‘Ah, dia kena’ dan mereka akan terus melakukannya,” ujar Deeney kepada CNN Sport.

Tidak hanya Deeney, pemain Tottenham Hotspur, Danny Rose juga berpendapat serupa. Deeney kaget karena mendapatkan ‘hantaman’ sekeras ini dari publik hanya karena cemas dengan kondisi keluarga mereka di rumah.

“Dalam masa di mana semua ini menyangkut soal kesehatan mental, semua orang berkata ‘bicaralah, bicaralah, tolong bicaralah’, Danny Rose dan saya angkat bicara dan kami benar-benar mendapatkan hantaman keras,” tambahnya.

Sebenarnya, wacana digulirkannya kembali liga primer inggris masih simpang siur. Apalagi setelah baru-baru ini pihak Premier League membuka hasil tes ketiga dan mengatakan bahwa ada empat orang yang dinyatakan positif virus Corona.

Hanya saja, mereka tidak membeberkan secara rinci siapa saja ke empat orang yang telah terjangkiti Virus tersebut.

Yang jelas, sebelumnya ada pelatih Arsenal, Mikel Arteta dan pemain Chelsea, Callum Hudson Odoi yang positif Covid-19, namun mereka sudah sembuh.

Sterling Tolak Rencana Pengguliran Kembali Premier League

Wacana untuk menggulirkan kembali Liga Primer Inggris musim ini mulai terdengar di sejumlah media Eropa. Akan tetapi, tak sedikit pemain yang menolak wacana tersebut, termasuk salah satunya bintang muda Manchester City, Raheem Sterling.

Sebelum ini, Pandemi Corona memang membuat Pemerintah Inggris melarang kompetisi sepakbola digelar, setidaknya hingga awal Juni 2020 mendatang. Namun penyelenggara Premier League masih belum menyerah, mereka diyakini berencana menggelar 9 laga tersisa mulai 12 Juni nanti.

Tentu saja, pihak otoritas akan mempersiapkan protokol kesehatan yang ketat jika kompetisi bergulir lagi, dan tanpa kehadiran penonton. Namun, tak semua pemain lantas sepakat dengan wacana ini.

Nah, Raheem Sterling adalah salah satu pemain yang tak setuju. Menurutnya, pentas Premier League tidak seharusnya digelar sampai adanya penurunan jumlah kasus Corona baru di Britania Raya.

“Saat kami kembali, itu harus menjadi momen di mana sepak bola bukan satu-satunya alasan, tetapi keamanan untuk kami pesepakbola dan juga seluruh staf medis dan wasit,”

“Saya tidak tahu bagaimana ini akan berhasil, tapi saya merasa begitu sisi keamanan orang-orang dan keselamatan serta kesejahteraan para pemain terjaga, maka itulah waktu yang tepat untuk kembali,” ujar Sterling dalam kanal Youtube miliknya.

Sebelumnya, Striker Manchester City, Sergio Aguero memang sempat menyuarakan pendapat yang senada dengan Sterling. Bahkan, eks Atletico Madrid ini mengklaim bahwa para pemain Premier League takut bermain lagi karena mereka punya banyak keluarga di Rumah.

“Mayoritas pemain takut karena mereka punya keluarga; mereka punya anak, bayi, orang tua,” ujarnya beberapa waktu lalu kepada El Chiringuito.

Wacana pengguliran Premier League ini disebutkan terinspirasi dari Bundesliga Jerman. Sebagaimana yang diketahui, kompetisi sepak bola papan atas Jerman itu memang dipastikan bakal bergulir lagi mulai tanggal 16 Mei 2020 mendatang.

Padahal, Bundesliga Jerman sendiri sudah menemukan adanya kasus positif covid-19 sebanyak 10 orang dari kalangan para pemain Bundesliga dan Bundesliga 2.

Perlu diketahui bahwa angka kasus dan kematian akibat virus Corona di Inggris masih dalam tahap yang mengkhawatirkan. Ada total 233 Ribu Kasus Covid-19 di sana dengan angka kematian mencapai 32 Ribu orang.

Ferguson Sempat Ingin Duetkan Ronaldo dengan Bale

Sir Alex Ferguson, pelatih legendaris Manchester United ini memang telah pensiun dari karirnya sebagai juru taktik. Akan tetapi, dua pekan sebelum memutuskan pensiun, sang manajer sempat berencana untuk memulangkan Cristiano Ronaldo ke Old Trafford.

Hal tersebut diungkapkan oleh Patrice Evra, mantan bek andalan manchester United di Era Sir Alex. Sang manajer bercerita kepada pemain Prancis ini bahwa dia akan tetap bertahan di Old Trafford sampai 10 tahun ke depan.

Bahkan, Pria asal Skotlandia sudah memiliki target besar, memenangkan gelar Liga Champions Eropa ketiga untuk Setan Merah. Caranya, adalah dengan memulangkan Cristiano Ronaldo, lalu menduetkannya dengan Gareth Bale.

“Saat itu ia bilang ‘Patrice, saya tak akan pernah pensiun. Saya akan di sini 10 tahun lagi’. Dia kemudian bilang ‘Target saya adalah saya 99 persen yakin akan memiliki Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale. “

“Saya hanya butuh dua pemain itu untuk memenangi Liga Champions lagi, 99 persen’,” kenang patrice Evra di Podcast Manchester United

Sayangnya, seperti diketahui rencana besar itu gagal, dan Ferguson kemudian mengumumkan keputusannya pensiun sebagai pelatih dua pekan setelah perkataannya kepada Evra.

Namun, bukan berarti apa yang dikatakan Fergie tidak benar, Evra sendiri langsung menanyakan hal ini kepada Cristiano Ronaldo. Mega bintang Portugal membenarkannya dan mengaku sudah memberikan jawaban positif bahwa dia akan pulang ke MU.

Sayangnya, Ronaldo membatalkan rencana tersebut karena Real Madrid mendepak Jose Mourinho dari kursi pelatih, tepat di tahun 2013. Di saat yang bersamaan, Los Blancos juga membeli Gareth Bale dari Tottenham Hotspur.

“Sejujurnya, ketika saya berbicara dengan Cristiano, saya bertanya kepadanya dan dia bilang ya kepada Bos, dan akan gabung United. Dia bilang begitu,” urai Evra.

Entah, apakah keputusan Cristiano Ronaldo bertahan di Real Madrid adalah penyeban Sir Alex Ferguson memutuskan pensiun atau tidak.

Yang jelas, kepergian sang manajer legendaris telah meninggalkan lubang besar bagi Manchester United. Sejak itu, Red Devils belum pernah lagi mencicipi gelar Premier League maupun Liga Champions Eropa.

Sergio Ramos Sudah Tak Sabar Bermain Lagi

Kapten Real Madrid, Sergio Ramos tampak begitu optimis dengan kelanjutan kampanye musim ini. Bek Spanyol ini bertekad mempersembahkan gelar demi gelar juara kepada Los Blancos jika sepakbola kembali berlanjut.

Hampir semua kompetisi sepakbola di berbagai belahan dunia ditangguhkan, bahkan ada yang dihentikan karena pandemi Virus COVID-19 ini. Tak terkecuali juga dengan kompetisi La Liga Spanyol yang terhenti sejak pertengahan bulan Maret lalu.

Wajar saja, mengingat Spanyol sendiri dikenal sebagai salah satu negara Eropa yang merasakan dampak Virus ini paling parah. Mengingat kondisinya belum juga membaik, tidak diketahui kapan kompetisi La Liga akan digulirkan lagi.

Meski demikian, belakangan terdengar kabar bahwa sejumlah klub berencana akan menggelar sesi latihan lagi. Bahkan ada laporan yang mengklaim kompetisi bisa diputar lagi per bulan Juni.

Entah benar atau tidak kabar tersebut, tapi yang jelas Sergio Ramos sudah tampak gatal ingin beraksi lagi di atas lapangan. Penangguhan ini membuat sang kapten Real Madrid semakin haus akan gelar juara, namun dia sadar bahwa saat ini yang terpenting adalah keselamatan semua orang.

“Kesehatan setiap orang tidak akan berada dalam risiko. Saya menantikan untuk bermain lagi, kembali untuk bersaing, bermain di La Liga dan Liga Champions,”

“Saya lapar untuk mengakhiri musim dengan gelar, tetapi pertama-tama kita harus menunggu orang-orang yang mengetahui semua ini untuk membuat keputusan yang tepat,” katanya, via AS, saat menjadi tuan rumah Ramos UNICEF Day.

Perlu diketahui, total ada lebih dari 232 ribu kasus corona yang telah ditemukan di Spanyol sampai berita ini diturunkan. Jumlah korban yang meninggal juga sangat banyak, bahkan mencapai 23 ribu jiwa.

Dalam wawancara tersebut, Ramos pun memberikan saran kepada para penggemarnya, fans Real Madrid dan semua warga Spanyol secara khusus untuk mentaati himbauan pemerintah.

“Kami tidak dapat berpikir bahwa semuanya telah tercapai, keseriusan masalah ini masih ada pada kami. Kami harus mematuhi pedoman untuk mengakhiri virus ini dan memberi para ilmuwan waktu untuk menemukan vaksin,” serunya.

Sebelum la Liga ditangguhkan, Real madrid menduduki posisi ke-2 pada klasemen sementara, tertinggal 2 poin dari Barcelona.

Marcus Rashford Akui Belajar Banyak dari Ibrahimovic

Menjadi penyerang muda yang terus berkembang setiap musimnya membuat Rashford terus mendapat sanjungan. Yang bersangkutan sendiri mengaku belajar banyak dari beberapa pemain, termasuk Zlatan Ibrahimovic.

Marcus Rashofrd memang merupakan salah satu pemain hasil didikan akademi Manchester United yang sudah mendapati debutnya bersama tim utama di tahun 2015 silam. Sedangkan Ibrahimovic sendiri bergabung dengan Setan Merah di tahun 2016.

Keduanya sama-sama mencatatkan performa impressif sejak tahun debut. Termasuk Ibrahimovic sendiri, Striker asal Swedia itu langsung memberikan dampak yang besar di musim perdananya di Old Trafford.

Dia mencetak sejumlah gol untuk Setan Merah, membantu klub memenangkan gelar juara Piala Liga, Liga Europa dan FA Communitu Shield.

Sedangkan Marcus Rashford tampak terus berkembang dari segi performa selama bertahun-tahun terakhir. Sang pemainpun mengakui bahwa dia banyak belajar dari sosok Ibrahimovic, pemain dengan mentalitas yang sangat bagus.

“Mentalitas yang miliki jauh lebih hebat dari pemain-pemain manapun yang pernah menjadi rekan setim saya,” ujar Rashford kepada UTD Podcast.

Mentalitas adalah hal yang dikagumi Rashford dari sosok Ibrahimovic. Mantan bintang Barcelona tersebut tak pernah peduli dengan apa yang orang lain katakan atau pikirkan tentang dirinya.

“Dia tidak pernah peduli dengan apa yang orang lain katakan mengenai dirinya. Ia juga tidak peduli dengan apa yang orang lain pikirkan mengenai dirinya.”

Jadi, penyerang timnas Inggris ini menganggap Ibra sebagai salah satu sosok kunci dalam perkembangan performanya selama ini.

“Berkat mentalitas yang ia miliki, ia menjadi kunci perkembangan saya sejauh ini terutama ketika Jose berada di klub ini.”

“Dia adalah pemain yang pernah bermain bermain untuk Jose sebelumnya dan ia tahu betul apa yang dibutuhkan untuk bisa bertahan hidup di bawah kepemimpinannya.” ujarnya.

Ibrahimovic sendiri pada akhirnya meninggalkan Manchester United saat kontraknya berakhir di tahun 2018 lalu. Dia sempat bermain untuk klub Amerika Serikat, La Galaxy selama dua tahun kemudian bergabung dengan mantan klubnya, Inter Milan.

Sedangkan Marcus Rashford masih di Manchester United, kini dia jadi andalan Setan Merah di lini depan.